INILAH.COM, Jakarta - Pilpres baru saja akan digelar. Namun, paranormal sudah meramaikan prediksinya. Pilpres diterawang tidak akan mungkin berlangsung dalam satu putaran alias dua putaran.
"Putaran pertama tidak mungkin bisa mencapai angka 50%. Jadi, pilpres akan berlangsung dua putaran," kata paranormal Ki Joko Bodo kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (8/7).
Menurut Ki Joko Bodo, asumsi pilpres berlangsung dua putaran karena beberapa hal. Seperti migrasinya suara parpol yang berbasiskan Islam yang awalnya mendukung pasangan nomor urut dua, kini berlabuh ke pasangan nomor urut satu dan tiga. Sehingga pilpres berlangsung dua putaran.
"Nomor dua kayaknya seperti PKS, PKB diabaikan dan bahayanya disitu. Dua putaran angka dua membahayakan," sebut Ki Joko Bodo.
Dijelaskan dia, SBY-Boediono kuat di atas kertas. Namun, bukan berarti membuat itu menjadi menang atau posisinya tidak bisa dikalahkan. Jika pilpres berlangsung satu putaran yang berbahaya adalah pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto.
"Dua putaran yang berbahaya yang nomor dua. Karena satu dan tiga bergabung maka akan menjadi pemenang. Itu berdasarkan numerologi (ilmu tentang nomor)," imbuhnya.
Mengenai angka keberuntungan dari masing-masing kontestan, Ki Joko Bodo mengakui hal tersebut merupakan masalah klasik. Sebab, menurutnya berbagai macam cara digunakan untuk memenangkan masing-masing kontestan.
"Magic number itu hanya pemainan tekonologi. Tentunya orang-orang tertentu akan tahu. Itu asumsi-asumsi teknologi, tidak ada bedanya dengan utak atik number," tandasnya. [jib/bar]