INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (9/7) diprediksikan siap melesat seiring usainya Pemilu presiden. Hari ini pasar mengalami euforia atas hasil pilpres yang sudah bisa dipastikan berjalan satu putaran. Buy on rally untuk BUMI.
Pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, potensi penguatan saham BUMI terdorong rampungnya Pemilu presiden kemarin. Euforia pelaku pasar atas pilpres satu putaran sesuai hasil quick count memberikan kepastian investasi sehingga investor lebih agresif untuk bermain di pasar saham.
Menurut David, sentimen positif ini akan menggerakkan terlebih dahulu emiten yang memiliki beta tinggi yang lebih condong ke sektor komoditas dan energi termasuk saham sejuta umat ini.
BUMI akan menembus di atas level resistan Rp 2.000. Sedangkan level supportnya berada pada angka 1.840, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (8/7) sore.
Pada penutupan perdagangan Selasa (7/7) saham BUMI ditutup menguat Rp 190 (11,11%) ke angka Rp 1.900. Harga tertinggi BUMI berada pada level Rp 1.900 dan harga terendahnya Rp 1.710. Sedangkan volume transaksinya mencapai 531,5 juta unit senilai Rp 965,3 miliar dan frekuensi 13.196 kali.
Lebih jauh David mengatakan, harga saham BUMI di atas Rp 2.000 merupakan target kurang lebih sama seperti IHSG diiringi dengan volume dan likuiditas yang signifikan. Sehingga, target harga itu bisa mengkonfirmasi pandangan jangka menengah-panjang bahwa IHSG dan BUMI akan bullish.
Namun demikian, David mengingatkan, pelaku pasar jangan terlalu tenggelam dalam euforia pilpres. Menurutnya, investor harus juga mencermati pergerakan indeks global dan regional yang kurang mendukung.
Begitu juga dengan harga minyak mentah dunia yang mengalami koreksi hingga US$ 62 per barel. Ini bisa menahan penguatan BUMI, ujarnya mengingatkan. Namun demikian, lanjut David harga minyak dunia akan kembali mengalami technical rebound dalam waktu dekat.
Karena itu, David menyarankan pelaku pasar bersikap hati-hati atas pergerakan harga BUMI terutama pengaruh harga minyak dunia. Strategi bermain di saham batubara thermal ini pun sangat tergantung pada pergerakan kondisi pasar.
Kalau suasana mendukung atau hijau tua, yang terjadi adalah buy on rally, imbuhnya. Menurut David, situasi dan strategi ini bersifat taktis dan teknis. Namun sejauh ini situasi masih sangat positif baik terhadap IHSG maupun saham BUMI.
Investor tinggal menunggu saja karena situasi regional dan global serta harga minyak dunia belum terlalu mendukung penguatan indeks. Faktor pendukungnya hanya semata euforia pilpres satu putaran, pungkasnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !