INILAH.COM, Los Angeles - Saat pertama kali meluncurkan web browser Chrome, publik tadinya mengira Google akan mengeluarkan sistem operasi (OS) baru. Dugaan itu terjawab, Google memutuskan membuat Chrome versi OS. Namun, apakah dunia membutuhkan OS baru?
Mungkin ini awal sebuah perang OS. Google sempat mengatakan akan memperbaiki hubungan user dengan komputer. Sudah jelas, jika memang ini tujuan mereka maka OS Chrome bakal menjadi andalan, ujar kolumnis teknologi PC World, Melissa Perenson, Rabu (8/7). Kabarnya, OS Chrome akan dilempar ke pasaran mulai pertengahan 2010.
Google sebenarnya sudah mengeluarkan OS baru, Android, yang bekerja pada basis Linux. Android diluncurkan tak lama setelah Apple mengeluarkan OS iPhone 0,2 yang disupport App Store. Sejak saat itu, OS mobile menjadi topik pembicaraan hangat. Persaingan pun meruncing antara Android, OS iPhone anyar 3,0 dan WebOS milik Palm.
Salah satu hal penting yang harus diingat pengguna adalah, kinerja OS ini berhubungan erat dengan handset yang digunakan. Beberapa di antaranya bahkan tak hanya bisa digunakan pada ponsel, seperti kabar bahwa Google akan segera mengeluarkan netbook berbasis Android. Tantangan itu sudah dijawab Acer Aspire One dengan OS Android yang akan keluar akhir tahun ini.
Dengan Android, kemunculan Google Chrome bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Bahkan, kemungkinan besar kedua OS itu juga tak bakal banyak berubah. Meski demikian, Google meyakinkan bahwa Android dan Chrome adalah dua proyek yang berbeda.
Android didesain untuk ponsel dan netbook, sementara Chrome untuk mereka yang sering menggunakan browser. Meski ada beberapa area yang bisa dijelajahi keduanya, kami percaya pilihan yang tepat akan lebih menguntungkan pengguna, demikian pernyataan Google baru-baru ini.
Seperti layaknya pemain baru, Chrome tidak bisa langsung digunakan secara luas pada aplikasi yang berbeda. Pengguna masih harus kembali ke OS berbasis Windows jika ingin melakukan sesuatu yang spesifik, misalnya mencetak tampilan web. Namun demikian, kinerja Chrome masih ringan seperti menggunakan aplikasi versi beta.
Berdasarkan survei Google terhadap pengguna Chrome, umumnya mengatakan kinerja komputer mereka lebih baik dan lebih cepat. Chrome menjawab semua pertanyaan mengenai kecepatan kinerja komputer seperti saat pertama dibeli atau membaca e-mail secara instan tanpa menunggu boot serta membuka browser.
Kemudahan akses dan kecepatan inilah yang menjadi keunggulan Chrome. Selain itu, versi OS-nya tak memerlukan update terus-menerus yang terkadang mengganggu pengguna. Lain halnya dengan Android yang membutuhkan update untuk memaksimalkan kinerjanya.
Android dan Chrome nantinya akan memiliki pasar sendiri. Keduanya pasti sangat bersaing, baik di mobile maupun di komputer biasa, lanjut Perenson. Hal itu, imbuh Perenson, akan semakin maksimal jika Google mampu membuat keduanya berkesinambungan dengan jagad Windows.
Kompatibilitas merupakan sesuatu yang tak mudah. Selama Google belum mampu menjual keunggulan Chrome atau Android, perjuangan mereka meraih pasar juga masih sulit. Mengingat pengaruh Windows sudah melekat dimana-mana. Peluang besar terbuka untuk Google, jika mereka berkonsentrasi untuk menghajar Windows Mobile dengan kedua OS baru itu. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !