INILAH.COM, Jakarta - IHSG pukul 09.35 WIB pada perdagangan Kamis (9/7) dibuka naik 10,19 poin (0,49%) ke level 2.093,44 karena respon positif dengan pilpres berjalan lancar satu putaran.
Volume perdagangan mencapai 1,01 miliar lot saham senilai Rp 807,5 miliar dengan 65 saham naik, 25 saham turun serta 45 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 2,42 poin ke 408,46 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,4 poin ke 336,45.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Astra International (ASII) naik 700 poin ke 24.200, Unilever Indonesia (UNVR) naik 250 poin ke 10.300, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 100 poin ke 6.600, Astra Otoparts (AUTO) naik 100 poin ke 3.300, Gudang Garam (GGRM) naik 50 poin ke 12.100, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik 50 poin ke 8.600.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Bayan Resources (BYAN) turun 200 poin ke 5,250, Astra Agro Lestari (AALI) turun 150 poin ke 17.050, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 150 poin ke 19.700, Medco Energi International (MEDC) turun 75 poin ke 3.000, International Nickel Indonesia (INCO) turun 75 poin ke 3.975, Delta Dunia Petroindo (DOID) turun 50 poin ke 990.
Pada perdagangan hari Kamis ini IHSG diperkirakan akan bergerak di support I 1.990 dan support II 2.100 dan resisten I 2.050 dan resisten II di 2.150. IHSG sempat berada di atas 2.100 namun kembali berada di area 2.000.
Analis pasar modal David Cornelis memprediksi, indeks hari ini akan naik dengan kecenderungan mendekati level resistennya dengan volume dan likuditas yang signifikan setelah pilpres ke depan. Jika ada perkembangan jangka pendek tentang pergerakan bursa global-regional, pergerakan kurs Rupiah dan juga harga minyak dunia serta komoditas lainnya mengalami penurunan dalam beberapa hari ini maka dalam jangka pendek ataupun intraday bisa ada koreksi sedikit pelemahan.
Koreksi sehat dan rekomendasinya masih bullish tren naik still intact, prediksi David kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (8/7).
Jikapun hari ini ada pelemahan, prediksi David yang kelihatannya akan sangat kecil probabilitasnya, namun apabila terjadi strategi yang sangat tepat hanyalah mengambil momentum swing tersebut dengan melakukan buy on weakness.
ADRO, AALI, ASII, BBRI, BBCA, BUMI, PTBA, ISAT, TLKM bisa dikoleksi, jelasnya. [hid/cms]