INILAH.COM, Jakarta - IHSG Sesi I pada perdagangan Kamis (9/7) ditutup turun 3,81 poin (-0,18%) ke level 2.079,44 karena investor cenderung melakukan pembelian selektif dengan adanya tekanan dari harga minyak dunia.
Hal tersebut dikatakan oleh analis saham Indo Mitra Securities, Aji Martono kepada INILAH.COM, Kamis (9/7). "Dengan pelemahan harga minyak, cukup memberikan tekanan terhadap IHSG yang sedang merayakan hasil pilpres sehingga investor melakukan selective buying," katanya.
Tekanan dari eksternal membuat sektor yang seharusnya mengalami penguatan hanya terjadi pada beberapa saham saja seperti di sektor perbankan penguatan terjadi pada saham BBRI, BBCA dan BBNI. Sentimen ini mendorong kenaikan saham-saham itu karena penurunan BI rate belum sepenuhnya dinikmati oleh sektor perbankan.
Sedangkan sektor komoditi masih tertekan dengan penurunan harga minyak dunia dan CPO sehingga menekan beberapa saham komoditi seperti PTBA, AALI maupun ITMG.
Volume perdagangan mencapai 5,03 miliar lot saham senilai Rp 3,35 triliun dengan 65 saham naik, 100 saham turun serta 59 saham stagnan. Untuk LQ45 turun 1,27 poin ke 404,76 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,3 poin ke 329,9.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Astra Inernational (ASII) naik 700 poin ke 24.200, Gudang Garam (GGRM) naik 550 ke 12.600, Delta Djakarta (DLTA) naik 500 poin ke 41.000, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 450 poin ke 6.950, Unilever Indonesia (UNVR) naik 300 poin ke 10.350, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik 200 poin ke 3.700, Bank Mega (MEGA) naik 150 poin ke 2.300.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun 400 poin ke 11.150, Astra Agro Lestari (AALI) turun 400 poin ke 16.800, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 300 poin ke 19.550, PP London Sumatera (LSIP) turun 250 poin ke 5.600, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun 250 poin ke 8.300, International Nickel Indonesia (INCO) turun 200 poin ke 3.850. [hid]