Minggu, 27 Mei 2012 | 11:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Usai Pilpres, Investor Profit Taking
Headline
Foto/Bayu Suta
Oleh: Ahmad Munjin
web - Kamis, 9 Juli 2009 | 13:44 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta Di luar dugaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah bergerak lesu menanggapi pilpres. Investor merealisasikan keuntungan setelah kenaikan sebelumnya. Saham komoditas memimpin pelemahan merespon anjloknya harga minyak.
Pada perdagangan Kamis (9/7) sesi siang, IHSG terpantau turun tipis 3,811 poin (0,18%) ke level 2.079,436, setelah sempat menyentuh level tertingginya di 2.116,859. Sedangkan saham-saham unggulan LQ 45 turun 0,32% ke level 404,758.
Volume transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat 5,275 miliar saham, senilai Rp 4,821 triliun dengan frekuensi 73929 kali. Sebanyak 65 saham naik, 100 saham turun, dan 59 saham tidak berubah.
Sektor tambang siang ini paling besar menekan pergerakan bursa, dengan jatuh 3,2%, disusul infrastruktur turun 1,9%, perkebunan melemah 1,5%, industri dasar 0,7% dan properti 0,2%. Beberapa sektor masih terpantau menguat, seperti konsumer, finansial dan manufaktur.
Anjloknya sektor tambang dipicu merosotnya harga minyak mentah, merespon rilis data tentang cadangan bahan bakar AS yang melonjak ke level tertinggi selama 25 tahun terakhir, sebanyak 3,7 juta barel.
Alhasil, harga kontrak minyak mentah Nymex dini hari tadi turun US$ 2,79 (4%) di posisi US$ 60,14 per barel. Penurunan selama 6 sesi berturut-turut ini, menghantar harga minyak ke level terendah sejak 19 Mei lalu.
Saham sektor tambang yang melemah antara lain PT International Nickel (INCO) anjlok Rp 175 menjadi Rp 3.875, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 11.200, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 70 ke Rp 1.830 dan PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 40 menjadi Rp 1.960.
Betrand Raynaldi, analis Panca Global Securities mengatakan, di awal perdagangan, IHSG dibuka langsung melesat naik merespon pelaksanaan pemilu yang bisa dikatakan berhasil.
Kekhawatiran kisruh DPT mampu diatasi dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang melegalkan pemakaian KTP. Hal itu direspon baik oleh pasar sehingga mereka optimis, katanya.
Namun pada pukul 10.00 WIB, bursa anjlok sebesar 18,42 poin (0,84%) ke level 2.065,64. Bertrand menuturkan hal itu disebabkan profit taking investor setelah mengakumulasi saham sehari sebelum pilpres. Kenaikan indeks sudah terjadi pada Selasa (7/7). Ketika itu, pelaku pasar melakukan aksi beli untuk dijual hari ini, tuturnya.
Mempertimbangkan kondisi ini, Bertrand memperkirakan IHSG hari ini bisa ditutup di area negatif. Pergerakan indeks akan berada di level support 2.060 dan resistan 2.100. Bursa sore ini akan cenderung negatif. Kalapun positif paling-paling plus 10 poin, ucapnya.
Menurutnya, indeks tidak terlalu bullish karena investor melakukan buy on rumors dan sell on fact. Mereka melakukan pembelian ketika pilpres diekspektasikan akan berjalan baik. Saat hal itu terwujud, mereka pun merealisasikan keuntungannya.
Beberapa saham yang masih direkomendasikan adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Bank Danamon (BDMN) dan PT Indofood (INDF). Ia menyarankan investor mengakumulasi saham BUMI karena masih ada sentimen yang mampu mendongkrak harga emiten ini.
Terutama adanya kemungkinan perseroan digandeng pemerintah dalam membeli saham PT Newmont Nusa Tenggara. Kalau saya lihat BUMI sempat ke level 1.810, investor seharusnya beli pada level itu, katanya.
Sedangkan BDMN berpeluang menguat setelah sempat konsolidasi. Potensi penguatan disebabkan stabilnya kondisi perekonomian Indonesia dan fokus perseroan pada pembiayaan UMKM. Demikian juga saham Indofood yang mendapat rekomendasi karena daya beli masyarakat yang membaik dan tingkat inflasi yang turun.
Sementara itu saham-saham yang mendorong penguatan indeks di sesi pertama antara lain PT Astra International (ASII) yang naik Rp 700 menjadi Rp 24.200, PT Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 10.400, PT Gudang Garam (GGRM) menguat Rp 500 menjadi Rp 12.550, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 550 menjadi Rp 7.050, dan PT Bank Mega (MEGA) naik Rp 150 menjadi Rp 2.300. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.