INILAH.COM, Jakarta - Kemenangan pasangan capres-cawapres SBY-Boediono dalam Pilpres 2009 tidak berpengaruh positif terhadap pasar uang maupun pasar modal.
Demikian dikatakan pengamat pasar uang Farial Anwar di Jakarta, Kamis (9/7). "Dampaknya tidak terlalu banyak, bahkan pasar hari ini bergerak cenderung turun, indeksnya tidak mengalami peningkatan, walaupun turun naik," katanya.
Menurut dia, kemenangan pasangan SBY-Boediono memberikan kepercayaan pasar makin tinggi, namun tidak secepat itu memberikan pengaruh positif terhadap pasar uang maupun pasar modal.
"Kalau saya lihat pasar merespon cukup positif, sepanjang pilpres berjalan lancar dan tidak menimbulkan kericuhan dan kerusuhan," ujarnya.
Farial mengatakan, siapapun pasangan capres yang menang, tidak menjadi masalah, yang penting pilpres berjalan lancar dan tidak seperti pilpres di Iran yang menuai pertikaian antara oposan dengan pemerintah.
Ia mengatakan, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7), pada pembukaan pasar turun 0,62 persen atau 12.412 persen menjadi 2.076,121 poin. Begitu juga halnya dengan indeks LQ-45 melemah 0,72 persen atau turun 3,141 poin menjadi 402,992.
"Tapi ini kan belum penutupan karena baru pukul 13.00 wib, sehingga belum bisa dijadikan acuan," katanya.
Kondisi seperti ini, menurut dia adalah hal biasa karena tidak ada sesuatu yang besar atau transaksi dalam jumlah besar. Hal itu dikarenakan ini lebih mengikuti pergerakan pasar regional dan internasional yang memang cenderung tidak positif pada Kamis ini. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !