Minggu, 27 Mei 2012 | 11:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Saham Bakrie Masih Aman
Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin & Asteria
web - Kamis, 9 Juli 2009 | 15:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Unggulnya pasangan SBY-Boediono dalam hasil quickcount Pilpres kemarin dan mundurnya Jusuf Kalla dari pemerintahan, tak pelak menimbulkan spekulasi tentang pergerakan saham-saham grup Bakrie. Seperti apa prediksinya?
Pada perdagangan Kamis (9/7) sesi siang, saham-saham grup Bakrie terpantau melemah, dipimpin PT Bumi Resources (BUMI) yang anjlok 70 poin (3,7%) menjadi Rp 1.830, kemudian PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) yang turun 20 poin (2,9%) ke level Rp670, danPT Darma Henwa (DEWA) turun 6 poin (2,9%) menjadi Rp 199.
Demikian pula saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) terpantau merosot 2 poin (2,15%) ke level Rp 91, dan PT Bakrieland Development (ELTY) yang turun 5 poin (1,6%) ke Rp 310. Sedangkan PT Truba Alam Manunggal (TRUB) dan PT Bakrie Telecom (BTEL) masih stagnan di level Rp 175 dan Rp 132.
Norico Gaman, Kepala Riset BNI Securities menuturkan, koreksi yang melanda saham-saham grup Bakrie siang ini disebabkan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tertekan bursa regional yang negatif serta penurunan beberapa harga komoditas.
Kondisi ini seakan mengabaikan hasil sementara pilpres Rabu (8/7) yang sesuai ekspektasi pasar. Animo hasil pemilu tidak seiring dengan kondisi di dalam negeri. Euforia pilpres tidak didukung kondisi bursa regional dan harga komoditas dunia, katanya kepada INILAH.COM, di Jakata, Kamis (9/7).
Norico mengaku tidak setuju kalau sentimen negatif bagi Bakrie Group dikaitkan dengan alasan tidak terpilihnya JK dan turunnya pamor Golkar dalam pilpres kemarin. Pasalnya, peta perpolitikan saat ini, Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical, terlihat masih bisa berkoalisi dengan Partai Demokrat.
Artinya, jika JK tidak terpilih menjadi Ketua Umum Golkar, menjadi peluang bagi Bakrie untuk menggantikannya. Walaupun Golkar tidak terpilih dalam koalisi mayoritas, tapi Golkar sangat diperlukan dalam program-program ekonomi lima tahun ke depan, paparnya.
Hal senada diungkapkan pengamat pasar modal Dandossi Matram, yang menilai tidak ada hubungan erat antara tidak terpilihnya JK dengan pergerakan saham Grup Bakrie. Pasalnya, emiten di kelompok bisnis ini dinilai selalu mampu bertahan pada pemerintahan siapapun. Bakrie itu, mau di era manapun akan selalu survive, jelasnya.
Dandossi menambahkan, SBY ada baiknya bersahabat dengan Bakrie ketimbang bermusuhan secara politik. Apalagi Bakrie juga dibutuhkan SBY untuk mengembangkan perekonomian.
Menurutnya, hasil pilpres satu putaran ini membawa imbas positif, terutama dari berkurangnya ketidakpastian politik. Hal ini mengingat legitimasi SBY yang kuat dengan menang mutlak di berbagai dearah pemilihan. Akibatnya, fokus pemerintahan bisa diarahkan pada pengembangan ekonomi.
Kondisi seperti ini, lanjutnya, membawa ekonomi Indonesia ke depan menjadi lebih propektif. Apalagi kebijakan ekonomi tidak akan banyak berubah karena bersifat lanjutan. Investor juga dinilai akan lebih nyaman. Saham Group Bakrie juga akan ikut kondisi ekonomi yang akan membaik, tuturnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.