INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Kamis (9/7) ditutup naik tipis 0,72 poin (0,03%) ke level 2.083,97 karena terjadi tekanan dari eksternal dan hasil pilpres tidak memberikan sentimen positif baru IHSG.
Hal tersebut dikatakan Direktur Reliance Securities, Stefanus Purwohadisusanto kepada INILAH.COM, Kamis (9/7). "Investor mendapat ketidakpastian di bursa karena hasil pilpres tidak berpengaruh apapun ke bursa dan sentimen negatif dari ekonomi AS, data IMF serta harga minyak yang turun," katanya.
Kemungkinan kondisi ini akan berlanjut besok karena belum ada sentimen baru yang akan masuk ke bursa. Salah satu harapan dengan adanya hasil manual penghitungan suara dari KPU, walaupun cukup lama. Sebab penguatan harga minyak dunia belum dapat diharapkan dalam waktu dekat.
Volume perdagangan mencapai 7,3 miliar lot saham senilai Rp5,13 triliun dengan 68 saham naik, 117 saham turun serta 70 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 0,08 poin ke 406,12 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,6 poin ke 331,61.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Astra Inernational (ASII) naik 2.150 poin ke 25.650, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 600 poin ke 7.100, Delta Djakarta (DLTA) naik 500 poin ke 41.000, Gudang Garam (GGRM) naik 400 ke 12.450, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik 375 poin ke 3.875, Unilever Indonesia (UNVR) naik 300 poin ke 10.350, Bank Mega (MEGA) naik 150 poin ke 2.300.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun 450 poin ke 8.100, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 400 poin ke 19.450, Astra Agro Lestari (AALI) turun 350 poin ke 16.850, PP London Sumatera (LSIP) turun 300 poin ke 5.550, Goodyear Indonesia (GDYR) turun 300 poin ke 7.200, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun 300 poin ke 11.250, International Nickel Indonesia (INCO) turun 200 poin ke 3.850. [hid/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !