INILAH.COM, Jakarta Pertarungan optimisme usai pilpres serta aksi ambil untung investor dan anjloknya harga minyak berjalan imbang. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berlabuh di area positif dengan menguat sangat tipis.
IHSG pada perdagangan Kamis (9/7), ditutup naik tipis 0,727 poin (0,03%) ke level 2.083,974. Indeks saham-saham unggulan LQ 45 naik 0,076 poin (0,02%) menjadi 406,12, namun Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,77% menjadi 331,61
Di awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 1,24% ke level 2.109. Namun, indeks saham berbalik arah dan melorot hingga pada sesi siang bertengger di angka 2.079 akibat maraknya aksi jual investor yang menekan pergerakan bursa. Loncatan IHSG di sesi akhir perdagangan mampu menutup bursa di area hijau, dengan naik tipis ke level 2.083.
Salah seorang pengamat pasar modal mengatakan, investor memanfaatkan sentimen pilpres yang berlangsung kondusif. Risk apetite mulai muncul dan memicu langkah investor masuk pasar dan melakukan pembelian saham-saham unggulan. Hal ini membuat indeks berfluktuasi tajam pada sesi pertama, katanya.
Namun, mejelang siang, aksi profit taking mulai terjadi dan menekan pergerakan bursa. Pelaku pasar merealisasikan keuntungan atas penguatan bursa sebelumnya. Mereka yang mengakumulasi saham pada perdagangan Selasa (7/7), kini profit taking, tambahnya.
Ia menuturkan, meski Pilpres relatif berjalan aman, investor masih mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian domestik dalam satu dua ke depan. Apalagi, harga minyak mentah dunia menunjukkan penurunan.
Sektor aneka industri mendukung penguatan bursa dengan melonjak 7,23%, disusul manufaktur naik 2,8%, konsumer menguat 2,13%, finansial 2,05%, properti 0,6% dan perdagangan 0,01%. Sedangkan beberapa sektor masih berada di area negatif, seperti infrastruktur, tambang, perkebunan dan industri dasar.
Anjloknya sektor tambang dipicu merosotnya harga minyak mentah, merespon rilisnya data cadangan bahan bakar AS yang melonjak ke level tertinggi selama 25 tahun terakhir, sebanyak 3,7 juta barel.
Alhasil, harga kontrak minyak mentah Nymex dini hari tadi turun US$ 2,79 (4%) di posisi US$ 60,14 per barel. Penurunan selama enam sesi berturut-turut ini, menghantar harga minyak ke level terendah sejak 19 Mei lalu.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan 7,704 miliar saham senilai Rp 6,992 triliun dengan frekuensi 118,746 kali. Sebanyak 68 saham naik, 117 turun, dan 70 saham stagnan.
Nilai perdagangan terpantau cukup tinggi akibat eksekusi 20% saham Mega Value Profits Limited di PT Adira Multidinamika Finance (ADMF) senilai Rp 1,427 triliun oleh Bank Danamon.
Emiten-emiten yang mengalami penguatan terbesar antara lain PT Astra International (ASII) naik Rp 2.150 menjadi Rp 25.650, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 600 menjadi Rp 7.100, dan PT Gudang Garam (GGRM) menguat Rp 400 menjadi Rp 12.450.
Saham PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) juga naik Rp 375 menjadi Rp 3.875, United Tractor (UNTR) naik Rp 50 ke Rp 10.350, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.770, dan PT Jasa Marga (JSMR) naik Rp 40 ke Rp 1.680.
Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT Telkom (TLKM) anjlok Rp 450 ke Rp 8.100, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) melemah Rp 400 menjadi Rp 19.450, PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 350 ke Rp 16.850, PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 kw Rp 11.250, PT Goodyear turun Rp 300 ke Rp 7.200, International Nickel (INCO) turun Rp 200 menjadi Rp 3.850, dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 ke Rp 1.850.
Bursa regional sore ini ditutup bervariasi, merespon bursa AS yang dinihari tadi berakhir mixed. Bursa Tokyo melemah atas menguatnya yen yang memukul saham eksportir. Saham bank dan broker merosot atas munculnya kekhawatiran ekonomi global. Indeks Nikkei turun 129,69 poin (1,4%) pada level 9.291,06 dan indeks Topix turun 14,63 poin (1,7%) ke 873,91.
Demikian juga bursa Korea terkoreksi akibat aksi wait and see investor seiring hilangnya momentum baru penggerak indeks. Indeks Kospi turun 0,13 poin ke 1.430,89, level tertinggi tahun ini. Pasar tidak beraksi pada keputusan Bank of Korea yang menahan laju tingkat suku bunga di 2%.
Sedangkan bursa China menguat dipimpin saham asuransi akibat aksi bargain hunting. Selain itu, saham otomotif menguat paska rilisnya data dari China Association of Automobile Manufacturers yang mengumumkan penjualan mobil Juni naik 36,48% menjadi 1,14 juta unit.
Sementara Indeks Shanghai Composite naik 1,4% pada 3.123,03 dan indeks Shenzhen Composite naik 1,8% menjadi 1.037,59. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 69,52 poin (0,39%) menjadi 17.790,59, dan indeks Straits Times naik 51,39 poin (2,27%) ke posisi 2.311,16. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !