Minggu, 27 Mei 2012 | 20:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rumah Sakit Bakal Makin Komersial
Headline
Siti Fadilah Supari
Oleh: Jagad Ananda
web - Kamis, 9 Juli 2009 | 20:51 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Harapan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pupus sudah. Pemerintah akhirnya mengizinkan investor asing untuk menguasai 65% saham rumah sakit di Tanah Air. Pelayanan kesehatan masyarakat pun dikhawatirkan menjadi korban.
Itu berarti terjadi kenaikan sebesar 16% dan asing diperbolehkan menjadi pemegang saham mayoritas. Padahal, sebelumya, Menkes Siti Fadilah Suparti telah berjuang habis-habisan agar modal asing di rumah sakit tidak lebih dari 49%.
Betul, keputusan ini masih belum final. Sebab, setelah ditetapkan oleh Kantor Menko Perekonomian, ihwal ini masih akan dibahas oleh departemen-departemen terkait. Sehingga, bisa saja permohonan pihak asing untuk menjadi penguasa saham hingga 67% terkabul. Tapi, bisa juga sebaliknya, lebih rendah dari 65%.
Terlepas dari keputusan akhir kelak, diperbolehkannya asing menjadi pemegang saham mayoritas sangat mengecewakan banyak kalangan. Selain akan memicu persaingan yang tidak sehat, banyak rumah sakit dipastikan akan bersifat full commercial. Ini akan mengakibatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi terkendala.
Saat ini saja, kompetisi di industri rumah sakit dalam memberi pelayanan kesehatan telah menggeser fungsi sosial yang selama ini diembannya. Misi sosial dengan memberi pembebasan atau gratis biaya kepada pasien-pasien tertentu yang tidak mampu kini makin sulit dilakukan.
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia, Adib A Yahya, idealnya seluruh saham rumah sakit dikuasai oleh pemerintah. Tapi apa daya, rupanya, pemerintah tak memiliki kemampuan keuangan yang memadai. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
doblang
Selasa, 14 Juli 2009 | 16:42 WIB
Mari..mari kita gadaikan negeri ini atas nama PERDAGANGAN BEBAS. DAN JANGAN HERAN, jika suatu saat INDONESIA akan TENGGELAM kedalam samudra. Innalilahi wainnalillahi roji'un.
Java
Jumat, 10 Juli 2009 | 09:32 WIB
Hidup Neolib Pilih sendiri, tanggung resiko sendiri!!!! Biarlah para fakir miskin itu menderita, kelaparan, kesusahan, kesakitan sendiri, toh mereka tidak tahu neolib itu apa, anteknya itu siapa?
aminah
Jumat, 10 Juli 2009 | 08:02 WIB
Saat ini klinik asing sudah menjamur di banyak tempat dengan pelayanan yang prima dan harga selangit serta jaminan kesembuhan yang tinggi . so neolib merasuk kesemua lini
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.