INILAH.COM, Jakarta Pasangan SBY-Boediono hampir dipastikan keluar sebagai pemenang pilpres dengan perolehan suara sekitar 60%. Nah, setelah pilpres kemarin (8/7), sejumlah saham di BEJ diyakini akan terbang tinggi.
Agar tak kehilangan peluang, ada baiknya investor mulai memilih barang yang diperkirakan bakal tampil jreng. Setelah pemilu, akan terjadi euforia. Saat itulah investor bisa menikmati untung besar, ungkap seorang pialang dari Kresna Securities.
Pengalaman di masa lalu memang telah membuktikan, pilpres selalu dijadikan ajang spekulasi. Ketika Gus Dur naik ke kursi presiden, misalnya, indeks sempat terbang ke level 631 dari posisi 583. Lantas, bagaimana sekarang?
SBY sejak awal diharapkan akan terpilih kembali. Ekspektasi pasar terhadap SBY pun cukup tinggi. Itu sebabnya, ketika SBY disebut-sebut bakal memenangkan pilpres dalam satu putaran, indeks sempat naik.
Jadi, setelah pilpres kemarin, saham-saham di BEI bakal bergoyang mengikuti alur kepemimpinan SBY. Para pialang memperkirakan, saham-saham papan atas dan tengah akan jadi sasaran para pemodal.
Memang, saham-saham papan atas sudah kemahalan, namun dorongan euforia akan memberi peluang bagi investor untuk melakukan aksi beli. Paling tidak ekspektasi pasar adalah untuk valuasi 2.010, kata seorang pialang.
Nah, agar tak kehilangan peluang, ada baiknya investor mulai memilih saham-saham yang bakal jreng. Sejumlah pialang menyarankan untuk mengoleksi saham TLKM, ASII, BMRI, BBRI, BBCA, UNVR, SMGR, INTP, KLBF, BUMI, dan AALI.
Sementara saham-saham papan tengah yang dianjurkan untuk dikoleksi adalah PGAS, ADRO, PTBA,TINS, MEDC, BNGA, BNLI, MIRA, BTEL, ELTY, ASGR, BUDI, dan TSPC. Para pialang optimis, indeks saham dalam sepekan akan mendekati level 2.200. [E1]