Kamis, 24 Mei 2012 | 07:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Akumulasi Berlanjut, BUMI Siap Menguat
Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Jumat, 10 Juli 2009 | 08:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (10/7) diprediksikan menguat melanjutkan akumulasi yang terjadi kemarin sore. Namun, pergerakan bursa global-regional dan harga minyak membayangi gerak saham emiten ini.
Aji Martono, analis PT Indomitra Securities menuturkan masih adanya potensi penguatan BUMI seiring akumulasi yang signifikan pada perdagangan sesi sore kemarin. Karena itu, saham sejuta umat ini masih berpeluang menguat pada perdagangan hari ini.
Selain itu, penguatan BUMI juga masih terpengaruh oleh euforia Pilpres. Menurutnya, pelaku pasar akan membuat perhitungan ulang untuk mengambil posisi dan membuka strategi setelah melakukan buy on rumors dan sell on fact.
Posisi itu bisa saja pada praktiknya dengan mengakumulasi saham BUMI, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (9/7) sore. Aji memperkirakan BUMI kan bergerak pada kisaran support Rp 1.780 dan level resistan Rp 1.950. Saya merekomendasikan buy BUMI untuk akumulasi jangka panjang, ujarnya.
Pada penutupan perdagangan Kamis (9/7) saham BUMI ditransaksikan melemah Rp 50 (2,63%) ke level Rp 1.850 dibandingkan sebelumnya pada angka Rp 1.900. Harga tertingginya mencapai Rp 1.980 dan terendah Rp 1.810. Sedangkan volume transaksinya mencapai 563,03 juta unit senilai Rp 1,05 triliun dan frekuensi 12.639 kali.
Lebih lanjut Aji mengatakan, sikap investor yang mengambil aksi buy on rumors dan sell on fact membuat mereka merealisasikan semua keunntungannya. Pasalnya, pilpres satu putaran terjadi sesuai dengan apa yang dirumorskan.
Setelah mereka memiliki uang dan tidak punya barang, pada akhirnya mereka akan mengakumulasi saham-saham yang seharusnya mereka koleksi, paparnya.
Sell on fact yang dilakukan investor sudah selesai kemarin. Alternatifnya, Aji menegaskan para pelaku pasar berpeluang mengakumulasi saham BUMI. Itulah yang memungkinkan BUMI menguat pada perdagangan akhir pekan ini, ucapnya.
Namun demikian, Aji mewanti-wanti meski pelemahan indeks kemarin masih tertolong dengan euforia suksesnya pemilihan presiden sehingga akhirnya bisa ditahan, investor harus mewaspadai pergerakan harga minyak yang saat ini sudah pada level US$ 62 per dolar.
Nah, saham BUMI sebagai kelompok pertambangan yang sangat terikat dengan perubahan harga minyak dunia bisa juga terkena dampak negatif dari turunnya harga minyak. Ini bukan hanya terjadi pada BUMI saja yang mengalami penurunan, INCO, Medco, PGAS, ini juga mengalami nasib yang sama, imbuhnya.
Aji menilai faktor terpenting untuk bermain saham BUMI adalah perdagangan minyak dunia. Jika harga minyak menguat kembali BUMI akan menguat. Begitu juga sebaliknya, jika justru turun di bawah level US$ 60-an per barel BUMI juga akan terkoreksi.
Selain harga minyak, investor juga harus tetap mencermati pergerakan indeks global dan regional. Sentimen dari pergerakan market, menurut Aji, masih terjadi bargaining position antara saham-saham yang menguat dan yang melemah. Suport indeks besok berada di 2.056 dan resistan indeks berada di 2.106, tuturnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.