INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (10/7) dibuka naik 6,04 poin (0,29%) ke level 2.0903,01 karena sentimen positif dari bursa Wall Street yang mempengaruhi bursa regional.
Volume perdagangan mencapai 16,04 juta lot saham senilai Rp 19,5 miliar dengan 23 saham naik, 5 saham turun serta 20 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 1,3 poin ke 407,43 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,15 poin ke 332,76.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Metropolitan Kentjana (MKPI) naik 475 poin ke 2.575, HM Sampoerna (HMSP) naik 300 poin ke 9.300, Astra Agro Lestari (AALI) naik 250 poin ke 17.100, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 100 poin ke 19.550, Adira Dinamuka Multi Finance (ADMF) naik 100 poin ke 3.975, Bank Mandiri (BMRI) naik 75 poin ke 3.375, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik 50 poin ke 8.150.
Sementara saham-saham yang turun antara lain Sampoerna Agro (SGRO) turun 80 poin ke 1.660, Astra International (ASII) turun 50 poin ke 25,600, Indika Energy (INDY) turun 25 poin ke 2.400, Indah Kuat Pulp & Paper (INKP) turun 10 poin ke 1.720, Bumi Resources (BUMI) turun 10 poin ke 1.840.
IHSG pada perdagangan Jumat (10/7) ini diperkirakan berpotensi untuk menguat dengan pergerakan di kisaran support 2.020 - 2.035 serta resistant di 2.100 - 2.120.
Hal itu dikatakan analis saham dari Trimegah Securities, Arya Satyagraha kepada INILAH.COM, kemarin. "IHSG masih sangat terpengaruh oleh sentimen global dan regional yang mengalami pelemahan hari ini (kemarin), namun dapat ditahan dengan sentimen positif hasil pilpres 2009 sehingga masih dapat berada di area potitif," katanya.
Kalau bursa AS menunjukkan pengguatan maka akan dapat mengangkat IHSG. Sentimen yang juga ditunggu adalah kemungkinan harga minyak dunia mengalami rebound sehingga menambah sentimen positif bagi bursa global dan regional yang akhirnya mempengaruhi IHSG.
Perdagangan hari ini masih terancam oleh aksi koreksi kalau ekspektasi dari eksternal tidak positif. IHSG tidak dapat ditahan terus kalau bursa eksternal melemah, sehingga menyebabkan IHSG ikut melemah masuk ke area negatif.
Dalam kondisi saat ini, semua sektor akan berpotensi mengalami penguatan saat bursa regional dan harga minyak positif. Sektor yang paling layak dicermati saat ini adalah sektor perbankan yang masih menjanjikan karena masih menikmati dampak penurunan BI rate awal bulan lalu.
Sektor lain yang masih memungkinkan naik adalah sektor komoditi, walaupun tetap menunggu adanya rebound harga minyak merangkak naik meninggalkan level US$ 60 per barel. [hid/cms]