inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Apa Kabar Saham Grup Bakrie?

Headline
Foto/ Bayu Suta
Oleh: Asteria
Jumat, 10 Juli 2009 | 14:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Saham-saham grup Bakrie terus dicermati pelaku pasar. Kendati bursa melemah, namun emiten-emiten likuid ini masih menarik, terutama ditunjang aksi korporasinya. Bagaimana pergerakannya di akhir pekan ini?
Pada perdagangan Jumat (10/7) sesi siang, saham PT Bumi Resources (BUMI) terpantau turun Rp 20 (1,08%) ke Rp 1.830, PT Bakrieland Development (ELTY) merosot Rp 5 (1,56%) menjadi Rp 156, PT Bakrie Sumatra (UNSP) turun Rp 10 (1,5%) ke Rp 650, dan PT Energi Mega Persada (ENRG) melemah Rp 5 (1,42%) ke Rp 345. Sedangkan BNBR dan PT Bakrie Telecom (BTEL) stagnan di Rp 90 dan Rp 132.
Koreksi saham grup Bakrie ini mengikuti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Namun, secara fundamental, emiten-emiten ini masih masih baik. Selain ekpektasi peningkatan kinerja, naiknya harga komoditas juga mendukung penguatan.
Tim riset Samuel Sekuritas memberi rekomendasi positif terhadap BUMI, seiring rencana perseroan yang akan bekerjasama dengan tiga pemda NTB untuk membeli 10% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$ 391 juta atau Rp 4 triliun.
BUMI akan mendanai pembelian ini melalui anak usahanya PT Multicapital. Kami rekomendasikan buy untuk BUMI, katanya. Kerjasama BUMI dan Pemda ini dinilai menguntungkan kedua belah pihak, mengingat perseroan memberi nilai bagi hasil 25% dan 75% untuk pemda dan BUMI.
Adapun 25% bagi hasil untuk pemda merupakan golden share sehingga semua biaya pembelian saham divestasi ditanggung BUMI, sedangkan 75% bagi hasil akan meningkatkan pemasukan perseroan dan peluang sinergi dengan pabrik BUMI di NTB.
Selain itu, BUMI juga akan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian emas tembaga senilai Rp 5-6 triliun. Pihak BUMI juga berkomitmen untuk membantu pemda menguasai saham NNT hingga 51%
Saham lain yang direkomendasikan Samuel Sekuritas adalah PT Bakrieland Development (ELTY). Emiten ini dinilai menarik dengan penerbitan sukuk ijarahnya bulan ini. Dananya akan digunakan untuk pengembangan UKM dan modal kerja. Kami rekomendasikan beli unutk ELTY, ujarnya.
ELTY memberikan kupon sebesar 15,84-16% bagi sukuk ijarah yang diterbitkan pada Juli 2009. Sukuk diterbitkan senilai Rp 150 miliar sesuai target. Sukuk seri I bertenor 2 tahun diberikan imbal hasil 15,48% dan sukuk seri II bertenor tiga tahun imbal hasilnya 16%.
Sedangkan analis PT BNI Securities, Maxi Liesyaputra merekomendasikan saham ELTY terkait ekspektasi peningkatan kinerja merespon trend penurunan suku bunga, terutama dengan rendahnya inflasi.
Investor masih bisa beli ELTY dengan target harga Rp 730 per saham, imbuhnya. Sektor properti akan berangsur-angsur membaik pada semester kedua 2009, seiring langkah pemerintah memacu kinerja perekonomian nasional.
Maxi pun memprediksi ELTY akan membukukan penjualan Rp 1,55 triliun dengan laba bersih Rp 240 miliar pada akhir 2009. Hal itu karena target pangsa pasar perusahaan adalah kelas menengah atas yang tidak terlalu dipengaruhi krisis ekonomi global, ujarnya.
Sedangkan secara teknikal, ELTY diperkirakan cenderung terkoreksi. Analis eTrading Securities menuturkan, harga ELTY pada penutupan kemarin tidak berhasil menembus level resistance di Rp 325. Stochastic sudah masuk area overbought.
ELTY dalam jangka pendek bergerak di kisaran Rp 295-325. Namun investor disarankan jual di level tinggi, yaitu di harga Rp 325. Target support berikutnya di Rp 295 dan Rp 290. Sell on strength ELTY, konfirmasi bearish di level Rp 290, ucapnya.
Sedangkan ENRG secara teknikal dinilai masih berada dalam bearish jangka pendek namun diprediksikan tetap dalam bullish jangka panjang. Level bearish confirmation berada di Rp 335 sementara target resistance selanjutnya di Rp 375 dan Rp 385. Buy on weakness ENRG dengan trading range di Rp 335-375, ujarnya.
Analis Danareksa Sekuritas Lisa Yulianingrum mengatakan, ENRG memiliki potensi aset yang besar karena cadangan minyak mereka hingga akhir 2008 mencapai 383 mmboe, atau 5 kali dari total aset ketika melakukan penawaran saham perdana. Saat ini, Kangean PSC adalah aset ENRG paling berharga dengan cadangan gas 855 bcf, ujarnya.
Dengan asumsi harga minyak US$ 55 hingga US$ 60 per barel, ENRG diperkirakan akan mencatatkan pendapatan Rp 2,3 triliun di 2009, naik 24%. Sedangkan laba bersih akan naik 951% menjadi Rp 298 miliar.
Sementara bagi UNSP, ekspektasi naiknya harga CPO akhir tahun ini membuat saham ini menarik di koleksi. Kabar teranyar menyebutkan bahwa perseroan akan meningkatkan kepemilikaan saham di Agri International Resources Pte Ltd (AIRPL) menjadi 36,54% dari 34,68% saham senilai US$ 2,53 juta atau sekitar Rp 25,37 miliar.
Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kinerja UNSP jangka panjang. Apalagi ARBV hingga akhir 2008 tercatat memiliki total luas lahan untuk ditanami sebesar 28.994 ha. Dengan sebanyak 24.056 ha telah berhasil menghasilkan 323.140 ton Tandan Buah Segar (TBS). [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.