INILAH.COM, Singapura - Harga minyak mixed (beragam) di perdagangan Asia pada Jumat, di tengah berlanjutnya kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi global.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus, turun delapan sen menjadi pada 60,33 dolar AS per barel.
Sedangkan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus bertambah empat sen menjadi 61,14 dolar AS per barel.
Minyak mentah New York jatuh di bawah 60 dolar AS dalam perdagangan harian Kamis, pertama kali sejak 26 Mei. Kontrak telah kehilangan lebih dari 13 dolar AS dari posisi tertinggi sebulan terakhir.
"Ketika kita mengambil langkah mundur, koreksi tidak mengejutkan kami," ujar Gavin Wendt, seorang analis pertambangan dan sumber daya yang berbasis Sydney dengan Fat Prophet konsulranb riset.
Harga minyak mentah naik lebih dari 60 persen sejak awal tahun, sebagian dipicu oleh melemahnya dolar AS dan harapan terhadap pemulihan ekonomi global, kata analis.
"Situasai permintaan dan pasokan tidak memungkinkan bahwa harga lebih cepat bangkit dalam periode waktu singkat," kata Wendt.
Sebuah laporan mingguan cadangan energi yang dirilis Rabu oleh Departemen Energi AS, juga menekan turun harga minyak mentah, karena stok bensin naik lebih besar daripada perkiraan 1,9 juta barel pada pekan hingga 3 Juli.
AS adalah konsumen minyak terbesar di dunia dan data bensin sangat dimonitor saat ini setiap tahun, karena konsumsi biasanya meningkat ketika orang Amerika banyak bepergian untuk liburan musim panas. [*/cms]