inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Masih 'Seksi'-kah Golkar di Mata SBY?

Oleh:
Jumat, 10 Juli 2009 | 15:09 WIB
Sejarah mencatat jasa Pak Jusuf besar sekali bagi bangsa dan negara. Mari teruskan amanah bagi kita berdua. Insya Allah ke depan ada jalan yang baik bagi kebersamaan kita. Negara masih membutuhkan Pak Jusuf. Itulah penggalan percakapan SBY dengan JK melalui telepon selular belum lama ini.

Adalah sebuah pernyataan yang sarat makna, yaitu kebersamaan SBY-JK akan tetap ada. Selain itu ada upaya menemukan jalan terbaik untuk mereka berdua. Mungkin secara pribadi, mungkin pula secara kepartaian.

Bila kita perhatikan pernyataan Ruhut Sitompul bahwa SBY adalah seorang demokrat sejati yang akan mengajak semua anak bangsa profesional untuk masuk dalam kabinet, termasuk lawan politiknya, makan kemungkinan besar masih ada kader Golkar yang akan dilibatkan dalam Kabinet SBY-Boediono 2009-2014.

Menilik sejarah kelahiran Golkar yang selalu jadi partai pemerintah sejak didirikan 20 Oktober 1964, maka partai ini memang dapat dipastikan tidak punya darah perlawanan seperti yang dimiliki oleh PDIP. Jadi, sangat pantas bila SBY melakukan komunikasi politik pertama kali dengan JK yang masih wapres sampai 20 Oktober 2009 sekaligus Ketua Umum Golkar yang memiliki anggota legislatif terbanyak kedua setelah Demokrat hasil Pemilu Legislatif April 2009.

SBY didampingi Boediono, di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (9/7), mengajak kubu JK untuk berdamai setelah kedua kubu saling menyerang selama rangkaian pemilu presiden. SBY mengakui, di antara tim sukses JK-Wiranto dan SBY-Boediono sempat saling menjaga jarak selama berkompetisi. Namun, tegas SBY, dalam pemilu ini mereka sesungguhnya hanya menjalankan tugas.

SBY-Boediono yang didukung oleh 56.07% anggota DPR (terdiri dari Demokrat, PAN, PKS, PKB, dan PPP) memang bisa memposisikan kelima partai tersebut sebagai partai pemerintah seperti yang pernah disampaikan oleh SBY. Koalisi nanti harus dibangun bukan atas dasar kesamaan ideologi partai. Tapi berdasarkan atas kesamaan platform, arah kebijaksanan, aturan main, dan kontrak politik yang jelas, kata SBY dalam pidato pembukaan Rapimnas II Partai Demokrat di Arena PRJ Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/4).

Apabila dalam kontak politik ditetapkan partai politik peserta koalisi harus mampu menjaga stabilitas pemerintahan sampai lima tahun ke depan, maka SBY Boediono dapat dengan tegas menempatkan Golkar, PDIP, Gerindra, dan Hanura, sebagai partai nonpemerintah.

Untuk membangun pemerintahan presidensial yang efektif, SBY sepantasnyalah merayu Golkar untuk bersama-sama dalam pemerintahan lima tahun ke depan. Namun sesuai harapan agar pemerintahan presidensial benar-benar efektif, maka ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan kabinet.

Pertama, tidak menempatkan hadirnya kawan baru dengan menggeser keberadaan kawan yang telah berjuang. Kedua, menempatkan profesionalitas sebagai pertimbangan utama dalam menempatkan menteri kabinet, meskipun mereka adalah kader partai. Ketiga, mengikat kesepahaman bahwa anggota kabinet tidak boleh merangkap menjadi pengurus partai.

Menarik untuk ditunggu, perkembangan lebih lanjut. Apakan SBY dalam berkomunikasi dengan JK, apakah JK dalam kapasitas sebagai pribadi, wapres, ataukah ketua umum Golkar?

Menurut saya Golkar memang masih seksi dan menawan. Sangat naif pula bila SBY harus meninggalkannya begitu saja. Tapi apabila ada keberanian SBY meninggalkan Golkar, maka sebenarnya SBY sedang memberikan pendidikan politik bagi bangsa Indonesia, yaitu bahwa komitmen koalisi adalah hal penting yang harus dipegang teguh dalam berdemokrasi.

suryokoco adiprawiro
suryokocolink@yahoo.co.id
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Sahaja @ Jumat, 10 Juli 2009 | 20:37 WIB
SBY harus berani membentuk kabinet tanpa Golkar. Masyarakat rindu pemerintahan yg benar2 reformis. saatnya katakan selamat tinggal tuk Orde baru & Selamat datang generasi reformis, generasi baru Indonesia...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.