INILAH.COM, Jakarta - Jusuf Kalla sudah mengucapkan selamat kepada SBY, meski hasil Pilpres baru diproklamirkan lembaga survei melalui hasil quick countnya. SBY pun menunggu ucapan selamat dari Mega.
"Partai kami ingin tetap menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Anggota Tim Sukses Megawati-Prabowo, Arif Budimanta di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (10/7).
Arif mengatakan, PDIP masih menunggu hasil resmi rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 8 Juli 2009 oleh KPU. PDIP menilai, UU-lah yang menentukan siapa yang menjadi Presiden RI untuk periode 2009-2014. Dan KPU secara resmi baru akan melakukan rekapitulasi penghitungan manualnya pada 22-24 Juli 2009 untuk tingkat nasional.
Kemudian, lanjut fungsionaris DPP PDIP itu, kalau dilihat dari proses perjalanan politik sebelum Pilpres 8 Juli lalu, masing-masing partai politik termasuk PDIP telah membangun kontrak-kotrak politik seperti dengan Partai Golkar, PAN, Hanura, PPP dan Gerindra.
"Termasuk dalam kontrak politik itu ada persoalan kerja sama dalam membangun suatu tradisi yang yang sehat untuk kerjasama di parlemen," ujarnya.
PDIP, lanjut Arif, juga akan tetap melakukan komunikasi terhadap parpol lainnya karena secara etika dan fakta politik, PDIP akan terus berpegang teguh dengan kesepakatan yang pernah dibicarakan antara parpol yang menjalin kontrak politik. PDIP belum mau berbicara apakah akan memilih jadi oposisi karena masih berproses.
"Saat ini saya rasa semua partai masih fokus terhadap penyelenggaraan Pemilu lalu secara keseluruhan," imbuhnya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !