inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY-Boediono Capai Kemenangan Semu

Headline
Gayus Lumbuun - inilah.com /Dokumen
Oleh: Larawana Intan
Jumat, 10 Juli 2009 | 19:20 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Berbagai kekurangan yang terjadi selama pilpres, seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT), membuat pesta demokrasi lima tahunan itu terasa kurang mengesankan. Bahkan kemenangan sementara yang dicapai SBY-Boediono hanya kamuflase semata.

Menurut Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi PDIP Gayus Lumbuun estimasi pemilu berjalan baik terdiri dari beberapa aspek. Yakni proses pemilu sesuai dengan aturan. Sehingga tidak ada berbagai bentuk manipulasi dan pelanggaran.

Selain itu, angka-angka perhitungan terakhir merupakan bagian yang dijadikan faktor pemenangan pemilu. Namun, tutur Gayus, timbulnya angka tersebut harusnya diperhatikan dari proses pemilu itu sendiri.

"Artinya berapapun angka yang tidak terhitung berdasarkan proses prosedur karena dengan cara yang salah itu akan menghasilkan hasil yang tidak sebenarnya. Itu sebagai kemenangan yang semu apabila tidak terhitung dengan tata cara yang baik," jelas Gayus dalam jumpa persnya di Bapilpres Mega-Prabowo, Jakarta, Jumat (9/7).

Sehingga, lanjutnya pilpres tidak hanya semata-mata meraup suara dengan sebanyak-banyaknya. Namun harus melihat syarat lain yang jauh lebih utama dan mendasar, yakni kedaulatan hak memilik rakyat Indonesia. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
ahmad @ Sabtu, 11 Juli 2009 | 11:53 WIB
demokrasi, dah tahu hasilnya buruk kok masih dianut. bodoh tiru-tiru amerika!!!
Andi @ Jumat, 10 Juli 2009 | 21:45 WIB
bukan soal kalah menang, data penduduk yang milih aja gak beres gimana mo ngomong data kesejahteraan pak
control @ Jumat, 10 Juli 2009 | 21:36 WIB
demokrasi berada pada titik terendah!! Selain DPT yang disinyalir dimanipulasi, perhitungan hasil pilpres pun yg melalui sms elektronik kini dihentikan dan diserahkan ke lembaga asing "IFES" dari Amerika Serikat. Kok bisa, ada apa?? kalau soal efesiensi dana, sesuatu yg tak rasional.
RICO @ Jumat, 10 Juli 2009 | 19:37 WIB
BOS..ngaku kalah aja..lebih terhormat deh..kayak Pak JK tuh..gak pake alasan ini itu..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.