INILAH.COM, Jakarta - Hasil quick count beberapa lembaga survei menunjukkan SBY-Beodiono menang telak atas Mega-Prabowo dan JK-Wiranto. SBY pun diimbau untuk tidak mabuk kepayang dalam suasana kemenangan semu ini.
"Jangan sampai jadi mabuk kemenangan. Kemenangan yang hampir pasti diraih mesti disadari sebagai wujud kepercayaan rakyat Indonesia, dan tanggung jawab yang besar untuk merealisasikan harapan-harapan rakyat akan Indonesia yang lebih baik," ujar salah satu deklarator Perhimpunan Indonesia Muda (PIM) Taufik Amrullah melalui keterangan pers yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Jumat (10/7).
Menurut Taufik, hasil yang dipublikasikan sejumlah lembaga survei adalah hasil sementara, dan bukan merupakan hasil yang final dan resmi. Oleh karena itu, elit politik dan masyarakat luas seyogyanya dapat bersikap proporsional terhadap hasil quick count.
"Hasil penghitungan yang nanti secara resmi diumumkan KPU-lah yang final, defenitif, dan menjadi pegangan bersama," ujarnya.
Dia juga mengimbau, bagi kontestan pasangan kandidat yang menurut hasil quick count dinyatakan kalah diharapkan untuk tidak bersikap reaksioner. Selain itu, juga diharapkan tidak mengambil langkah-langkah yang justru mengganggu stabilitas politik dan keamanan, serta situasi kedamaian yang kondusif pasca pileg dan pilpres 2009 ini.
"Pihak-pihak yang dimaksud diharapkan menunjukkan ketauladanan dalam menghayati sikap demokratis, yakni menerima dengan jiwa besar hasil pilpres ini," ungkapnya.
Sekretaris Eksekutif PIM, Rahmat Kardi menambahkan, dirnya mengapresiasikan terhadap sikap yang ditunjukkan JK yang menyampaikan ucapan selamat kepada SBY kemarin.
"Sikap yang ditunjukkan JK adalah contoh sikap kenegarawanan menghadapai kekalahan pihaknya dalam pilpres. Sikap seperti itu sekaligus menjadi pendidikan demokrasi bagi masyarakat luas. Sikap yang sama amat diperlukan untuk semakin memantapkan demokrasi di tanah air," paparnya. [mut/bar]