Senin, 28 Mei 2012 | 21:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PDIP: Ucapan Selamat Mega ke SBY Nanti Dulu
Headline
Hasto Kristianto
Oleh: Abdullah Mubarok
web - Sabtu, 11 Juli 2009 | 06:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Capres Jusuf Kalla sudah mengucapkan selamat kepada capres SBY via telepon. Apakah langkah ini akan diikuti oleh capres Mega? Sebab, SBY sendiri dikatakan menunggu telepon dari Mega.

"Kita lihat prosesnya dulu, kita lihat dulu," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristianto kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (11/7).

Dijelaskan Hasto, sekarang ini persoalannya masih melihat konteks demokrasi. Pelaksanaan pilpres 8 Juli 2009 masih ditemukan banyak kecurangan. Sambil mengawal proses penghitungan suara KPU, tim pasangan Mega-Prabowo tengah mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran.

Lagipula, dilanjutkan Hasto, ucapan selamat JK ke SBY atas nama pribadi. Hasil quick count berbagai lembaga survei yang menunjukkan SBY keluar sebagai pemenang, merupakan alat penggiringan opini. Faktanya, pemungutan suara pilpres 8 Juli 2009 belum selesai, SBY sudah dinyatakan menang.

"Masak jam 10.30 WIB sudah dikatakan SBY pemenangnya. Kita dalam tahapan membentuk tim penegak demokrasi yang jurdil untuk menghimpun bukti-bukti kecurangan pilpres," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
yamin
Rabu, 15 Juli 2009 | 16:02 WIB
walaupun ibu bersafari ngoceh sana ngoceh sini tentang kecurangan pilpres, tetep tidak akan merubah ibu jadi presiden. tul ga...
yamin
Rabu, 15 Juli 2009 | 15:58 WIB
emang prosentase kecurangannya berapa bu? sampai-sampai ga mengakui kemenangan sby.dasar dari dulu ga mau berubah. untung gua ga pilih mega.
hans
Sabtu, 11 Juli 2009 | 07:41 WIB
sepertinya Mega masih tetap tidak ikhlas SBY yg menang. Mega masih tetap merasa dia atasan SBY, jadi lebih berhak dari SBY. Kalau Mega kesatria, langsung ucapkan selamat seperti yg dilakukan JK. Kalau nunggu2, namanya terpaksa. Apapun pelanggaran pemilu yg mgk terjadi tetap tidak akan menghalangi kemenangan SBY secara mutlak, paling mengurangi persentase. Coba kalau Mega yg menang, apakah PDIP akan tetap ngotot mencari kecurangan pemilu? Yg baik itu, laporkan kecurangan ke Bawaslu, nunggu keputusan pengadilan. Namun, saat ini Mega sudah harus mengakui kalah dan SBY yg menang.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.