INILAH.COM, New York - Para investor sepertinya kehilangan pegangan, indeks pun kembali bergerak fluktuatif. Pada perdagangan Jumat (10/7), Wall Street ditutup bervariasi.
Dengan sedikit sentimen berupa laporan kinerja perusahaan yang akan dirilis pekan depan, penurunan indeks Jumat waktu setempat berada pada pekan keempat sejak awal Maret lalu.
Kecemasan investor terhadap keadaan ekonomi, yang dipicu laporan mengenai tingginya jumlah pengangguran, tingkat kepercayaan konsumen, dan anjloknya harga komoditas, telah membuat sebagian besar investor keluar dari pasar saham sejak pertengahan Juni.
"Tidak ada orang yang mau berinvestasi, karena tidak alasan kuat untuk itu," ujar CEO of Bennett Financial Group, Dawn Bennett.
Indeks bergerak zig-zag selama pekan ini, dan gagal untuk mempertahankan gain beberapa hari lalu. Dow dan S&P 500 memasuki pekan keempat penurunan.
Laporan kinerja Alcoa Inc. yang melebihi ekspektasi, telah membuat indeks positif pada Rabu lalu. Namun, laporan kinerja Chevron Corp. yang dirilis Kamis, mendorong investor untuk kembali bersikap defensif.
Sementara pekan depan, laporan kinerja dari beberapa perusahaan besar seperti Johnson & Johnson, JPMorgan Chase & Co., Google Inc., dan General Electric Co.
Para investor akan memfokuskan diri pada laporan kinerja perusahaan, termasuk proyeksinya, untuk melihat arah pergerakan krisis.
Pada perdagangan Jumat (10/7), Dow Jones ditutup anjlok 36,65 poin (0,5%) ke 8.146,52. Ini merupakan level terendah sejak 28 April. Sementara S&P 500 turun 3,55 poin (0,4%) menjadi 879,13, dan Nasdaq naik 3,48 poin (0,2%) ke 1.756,03. Kenaikan yang terjadi pada saham-saham teknologi memicu kenaikan Nasdaq tersebut.
Selama sepekan, Dow turun 1,6%, S&P 500 tergelincir 1,9%, dan Nasdaq turun 2,3%.
Harga minyak jatuh 52 sen menjadi US$ 59,89 per barel pada perdagangan New York Mercantile Exchange, Jumat ini. [mre/cms]