INILAH.COM, Jakarta - Faktor pencitraan dinilai sangat berpengaruh untuk menentukan pilihan. Meski kinerjanya biasa saja, namun publik lebih memilih SBY
"Aspek pencitraan itu memang penting, walaupun kinerjanya biasa-biasa saja tapi kalau pencitraannya baik, itu akan menjadi penting," kata Pengamat Politik Sukardi Rinakit, dalam diskusi 'Presiden lanjutan' di warung daun, Jakarta, Sabtu (11/7).
Sukardi mengatakan saat ini pemilih Indonesia 80% SMP kebawah dan 16% SMA ke atas karenanya soal pencitraan ini menjadi penting.
Kalau JK, tutur Sukardi, dari gayanya yang ceplas-ceplos memang banyak disukai oleh orang-orang yang ada di perkotaan. Tapi belum tentu para orang tua yang ada diperdesaan.
"Kalau para orang tua bilang, bagaimana presiden kok sukanya ngocol doang, pecicilan," cetusnya.
Sukardi juga mengatakan ada 80% pemilih yang tidak bersekolah lebih menyukai pemimpin yang gagah, kalem dan santun. "Karenanya mereka akan menjatuhkan pilihan kepada SBY yang memiliki pencitraan," ujarnya.
Sementara Mega itu kurang geregetnya, tutur dia, tapi Mega memiliki pemilih yang loyal. Selain itu faktor figur Prabowo Subianto juga dapat meningkatkan pemilih, karena sikap Prabowo yang tegas dan berani ini sangat disukai.
"Rata-rata yang memilih Prabowo ini adalah pemilih-pemilih pemula," ujarnya. [win/ana]