INILAH.COM, Jakarta - Boleh-boleh saja terpukau dengan pesona SBY dan kehebatannya menangguk suara pemilih dalam Pilpres kemarin. Namun jika terus-terusan melayangkan pujian pada SBY, bangsa ini bisa menjadi bangsa feodal.
"Kalau di negeri ini 100 persen memuji-muji terus SBY, maka akan jadi feodal," kata pengamat politik Sukardi Rinakit dalam diskusi Presiden Lanjutan di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (11/7).
Menurut Sukardi, rakyat harus bersikap kritis dengan ikut mengawasi pemerintahan SBY mendatang. Dia pun berharap peran oposisi dapat optimal, termasuk dari pendukung JK-Wiranto.
Sementara itu mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas berharap SBY dapat merekonsiliasikan KPK dengan kepolisian, kejaksaan dan penegak hukum lainnya.
"Kita juga mendukung dan mengawal, jangan sampai hukum jadi alat kekuasaan dan perdagangan. SBY harus meletakkan alasan fundamental dalam revolusi budaya, termasuk pemberantasan korupsi," imbau Erry.
Sedangkan pengamat Ekonomi dari Unika Atmajaya A Prasetyantoko meminta SBY berpikir jangka panjang. "Jangan berpikir lima tahunan saja. Caranya macam-macam, tapi yang paling penting jangan terjebak untuk kepentingan kekuasaan. Ini akan terlihat dari pemilihan para pembantu kabinetnya," ujarnya. [fiq/ana]