Senin, 28 Mei 2012 | 21:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Keterusan Puji SBY, Bangsa Jadi Feodal
Headline
Sukardi Rinakit - inilah.com /Dokumen
Oleh: Larawana Intan
web - Sabtu, 11 Juli 2009 | 12:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Boleh-boleh saja terpukau dengan pesona SBY dan kehebatannya menangguk suara pemilih dalam Pilpres kemarin. Namun jika terus-terusan melayangkan pujian pada SBY, bangsa ini bisa menjadi bangsa feodal.

"Kalau di negeri ini 100 persen memuji-muji terus SBY, maka akan jadi feodal," kata pengamat politik Sukardi Rinakit dalam diskusi Presiden Lanjutan di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (11/7).

Menurut Sukardi, rakyat harus bersikap kritis dengan ikut mengawasi pemerintahan SBY mendatang. Dia pun berharap peran oposisi dapat optimal, termasuk dari pendukung JK-Wiranto.

Sementara itu mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas berharap SBY dapat merekonsiliasikan KPK dengan kepolisian, kejaksaan dan penegak hukum lainnya.

"Kita juga mendukung dan mengawal, jangan sampai hukum jadi alat kekuasaan dan perdagangan. SBY harus meletakkan alasan fundamental dalam revolusi budaya, termasuk pemberantasan korupsi," imbau Erry.

Sedangkan pengamat Ekonomi dari Unika Atmajaya A Prasetyantoko meminta SBY berpikir jangka panjang. "Jangan berpikir lima tahunan saja. Caranya macam-macam, tapi yang paling penting jangan terjebak untuk kepentingan kekuasaan. Ini akan terlihat dari pemilihan para pembantu kabinetnya," ujarnya. [fiq/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
malingkrangkeng
Sabtu, 11 Juli 2009 | 13:34 WIB
emang masih feodal kuq..... Bagi sebagian besar rakyat Indonesia, Presiden adalah raja..... Makanya SBY gak suka JK kalau salaman gak mau bungkuk2.... Boediono pas tuh kalau salaman dg pak BY mbungkuk mpe kaya ruku'.....cocok dah.... Raja kudu ganteng, gede, halus.... Bagi pak BY wakil awak karo sikil alias tidak punya kepala..... Emang udah takdir bangsa ini,.... Jangan banyak berharap deh....yg salah adalah yg berharap.... :-(
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.