INILAH.COM, Jakarta - Aparat keamanan diimbau melakukan investasi profesional untuk mengungkapkan penembakan yang menewaskan karyawan PT Freeport Indonesia berkebangsaan Australia, Drew Nicholas Grant. Insiden yang terjadi setelah pilpres itu diminta jangan dipolitisir.
"Lakukan investigasi profesional agar terungkap akar dari insiden penembakan yang terjadi di Papua hingga tuntas, sehinga terlihat hukum ditegakkan," kata tokoh masyarakat Papua Yorris Raweyai di Jakarta, Sabtu (11/7).
Insiden penembakan di Papua, kata Yorris, selama ini cenderung tidak tuntas penanganannya karena terkesan masalah hukum dikaitkan dengan politik. "Jangan persoalan hukum dibawa ke masalah politik, tidak akan pernah tuntas,"ujarnya.
Apalagi, menurut Yorris, setiap insiden penembakan, gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka(OPM) sering menjadi kambing hitam.
"Saya kurang sependapat dengan stigma OPM itu dikedepankan, karena hal itu sudah berkembang sejak 1965. Seharusnya pemerintah melakukan terobosan guna mengungkapkan apa akar masalah dan solusi, agar kekacauan tidak sering terjadi di Papua," katanya.
Yorris menyarankan pemerintah menerapkan penanganan yang lebih arif terhadap berbagai insiden cenderung mengganggu stabilitas keamanan di Papua, apalagi sampai menewaskan orang asing.
Dia juga heran terjadinya penembakan di kawasan penambangan PT Freeport Indonesia yang sebenarnya wilayah tersebut tertutup bagi orang luar.
"Jadi sekali lagi, saya imbau aparat keamanan lakukan investigasi profesional guna penegakan hukum, sehingga tidak dikaitkan dengan politik. Pelaksanaan pemilu legislatif dan pilprs tidak berkaitan dengan insiden penembakan tersebut maupun beberapa kali sebelum," kata Yorris.
Kasus penembakan di Mile 53 itu terjadi saat mobil naas jenis LWB bernomor lambung 01-2587 yang dikemudikan Jon Biggs dengan tiga orang antara lain korban dan Maju Panjaitan serta Lidan Madandan dalam perjalanan ke Timika dari Tembapura.
Namun pada Sabtu sekitar pukul 05.30 WIT, saat melintas di Mile 53, mobil tersebut ditembaki hingga menewaskan korban yang sehari-hari bertugas di Departemen Expert Munical Construction PT Freeport. Drew Nicolas Grant (38) tertembak pada bagian dada dan leher. Jenazah saat ini sudah dievakuasi ke RS Tembagapura. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kapan jenazah akan dievakuasi ke negara asalnya. [*/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !