INILAH.COM, Jakarta - Sejak menyatakan berkoalisi dengan SBY, PAN tidak meributkan terkait jatah menteri. Setelah Pilpres dan SBY menang, PAN siap menyediakan menteri yang diminta SBY.
"Ini bukan soal minta jatah menteri. Tapi sebagai anggota koalisi kami siap memberitahukan kepada presiden terpilih bahwa PAN memiliki sumber daya manusia yang cukup banyak yang siap membantu suksesnya pemerintahan," kata Ketua DPP PAN Patrialis Akbar di Jakarta, Sabtu (11/7).
Namun demikian, katanya, berapa jumlah atau untuk posisi apa kader PAN yang akan diambil untuk kabinet, sepenuhnya tergantung kepada SBY-Boediono.
"Yang jelas, kita memiliki SDM yang banyak untuk berbagai posisi. Kalau presiden minta lima orang untuk menteri, kita juga siap menyediakan," ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini PAN sebagai anggota koalisi pendukung SBY-Boediono, tidak pernah membicarakan jatah menteri karena ingin membantu SBY secara masksimal agar terpilih kembali sebagai presiden. Politisi itu mengatakan, setelah kemungkinan besar terpilih kembali, kini terpulang kepada SBY untuk memberikan kesempatan kepada tokoh-tokoh PAN berkiprah di kabinet sebagai menteri.
Dalam kabinet sekarang, PAN memiliki dua kader di kabinet yakni Hatta Rajasa sebagai Menteri Sekretaris Negara, dan Bambang Sudibyo sebagai Menteri Pendidikan Nasional. Ditanya jumlahnya apakah akan sama dengan kabinet sekarang, Patrialis mengelak menjawabnya.
"Tergantung nanti. Tapi yang jelas di manapun diminta, PAN punya kader. Misalnya, di bidang penegakan hukum, dalam bidang teknis seperti menteri pertambangan, atau di bidang pengelolaan sumber daya alam, dan di bidang perhubungan. Jadi, ditempatkan dimana saja kita siap," imbuhnya.
Apabila PAN nanti tidak mendapat jatah di kabinet? "Jangan beradai-andailah. Yang pasti kita sudah siap membantu SBY-Boediono," jawabnya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !