INILAH.COM, Jakarta - TNI bersama Polri berhasil menangkap 3 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah sempat melakukan baku tempat di distrik Anatowai, Kabuapten Yapen, Papua. Ketiganya akan diselidiki apakah terkait penembakan WN Australia atau tidak.
Kapuspen TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Jakarta, Sabtu (11/7) mengatakan, baku tembak terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. "Tidak ada korban jiwa, tetapi kami berhasil menangkap 3 anggota OPM," ujarnya.
Setelah dilakukan penggeledahan terhadap 3 orang tersebut, tutur dia, ditemukan sejumlah dokumen OPM dan beberapa pucuk senjata yang kini telah diamankan di kantor kepolisian setempat.
"Kami berharap dengan tertangkapnya 3 orang OPM tersebut akan dapat diketahui keberadaan dan kekuatan mereka saat ini, termasuk apakah ada kaitannya dengan tertembaknya karyawan PT Freeport berkewarganegaraan Australia Sabtu pagi," tutur Sagom.
Pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.20 WIT, Drew Nicholas Grant (38), warga negara Australia, tewas tertembak saat kendaraannya melaju di Mile 53, areal PT Freeport Indonesia. Grant saat itu menumpang kendaraan bersama rekannya Lia Madandan, Maju Panjaitan, dan Lukan Jon Biggs, kemudian mendapat serangkaian tembakan dari atas bukit. Mobil perusahaan PT Freeport Indonesia bernomor LWB 01.2587 itu dikendarai Lukan.
Saat ini, 3 penumpang lainnya, Lia Madandan, Maju Panjaitan serta Lukan Jon Biggs, juga mengalami luka-luka dan masih dirawat di Klinik Kuala Kencana.
Sementara Juru Bicara PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan mengatakan, aparat kepolisian saat ini telah berada di lokasi kejadian dan memberikan tambahan pengamanan agar tidak terjadi insiden serupa. PT Freeport Indonesia sepenuhnya bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan insiden ini. "Kami berduka cita atas meninggalnya satu karyawan kami dalam insiden ini," katanya. [*/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !