INILAH.COM, Semarang - Berdasarkan pengalaman Pilpres 2004 dan Pemilu Legislatif 2009, pada Pilpres 2009 PDIP seharusnya bisa kembali unggul di Jateng. Namun anehnya hal itu tidak terjadi.
Menurut pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Fitriyah, Jateng merupakan kandang Banteng (PDIP). Pemilih Si Moncong Putih tersebut sangat loyal terhadap partai dan menuruti perintah partai.
"Namun di luar perkiraan, PDIP pada Pilpres 2009 berdasarkan penghitungan suara sementara kalah di Jateng. Bahkan di TPS Gubernur Jateng Bibit Waluyo (yang diusung PDIP) juga kalah dari pasangan SBY-Boediono," ujar Fitriyah di Semarang, Sabtu (11/7).
Atas keanehan ini, tim pemenangan Mega-Prabowo melakukan penyelidikan. Dikhawatirkan ada pembelot, PDIP menyebar tim bayangan.
Menurut Tjahjo Kumolo, tim bayangan akan mencari data objektif, bagaimana keberadaan struktur partai di setiap tingkatan. Apakah para caleg yang duduk di DPRD dan pejabat daerah bergerak atau hanya diam atau justru membelot. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !