Sabtu, 26 Mei 2012 | 16:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sony Panaskan Pasar Netbook
Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
web - Minggu, 12 Juli 2009 | 15:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pasar netbook makin panas setelah Sony terjun mengenalkan produk unggulannya VAIO W. Sebuah langkah mengejutkan, karena Sony biasanya tahan gengsi dan hanya menjual produk premium.
Selama ini Sony telah terlewat booming netbook. Perusahaan yang memiliki image sebagai pembuat produk premium itu, terkesan menghindari netbook. Kini satu-satunya pembuat komputer terbesar yang tidak mau membuat netbook adalah Apple.
Chief Executive Apple Steve Jobs dengan tegas mendeklarasikan Apple tidak tahu bagaimana cara membuat netbook berharga kurang dari US$ 500, jika perangkat itu tidak maksimal digunakan.
Di lain pihak Sony menyatakan merencanakan menunggu untuk merilis netbook sebagai bagian dari rencana strateginya. Awal tahun lalu, Sony sudah merilis Vaio P-Series berukuran kecil namun harganya mahal US$ 1.000. Kini Sony merilis Vaio W-Series, dengan harga yang lebih bisa diterima konsumen yakni US$ 499.
Masuknya Sony ke pasar netbook ini menimbulkan pertanyaan, karena margin keuntungan segmen ini tipis. Selain itu Sony tidak memiliki pengalaman bersaing dengan produsen penghasil komputer murah. "Pasar netbook berkembang dan Sony mengikuti trend itu," kata jubir Sony.
Saat ini hampir semua pembuat PC global telah menjual mini-notebook ultra murah yang sudah muncul sejak 2007. Netbook hanya untuk menjalankan tugas komputer dasar, seperti berkirim email dan surfing web.
Tapi kini perangkat itu makin besar serta makin bertenaga. Bahkan beberapa user menilai perangkat itu sudah mencukupi untuk menjalankan tugas sehari-hari.
Firma riset Gartner memperkirakan kategori mini-notebook akan mencapai 21 juta unit pada 2009 serta 30 juta unit tahun depan. Populernya netbook ini justru menakutkan Intel, karena bisa mengkanibal penjualan laptop full yang margin keuntunganya lebih besar.
Untuk mencegah hal itu, Intel secara tegas memberikan standarisasi, netbook bukanlah laptop. Bekerjasama dengan Microsoft, Intel mencoba menghentikan netbook agar tetap sebagai produk low end, untuk melindungi penjualan notebook mainstream yang keuntungannya lebih besar.
Netbook kurang menguntungkan bagi Intel, karena marginnya kecil. Perusahaan itu telah membatasi spesifikasi netbook, tapi vendor tetap saja menghasilkan netbook lebih high-end mulai Maret 2009.
Netbook juga sudah terlanjur mengambil market share laptop. Diperkirakan penjualan netbook naik 30 kali di 2008 dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk 2009, penjualan netbook diperkirakan mencapai 30 juta unit dan menjadi 139 juta unit pada 2013.
Trend itu didorong naiknya aplikasi berbasis web serta jejaring mobile. Masuknya Sony ke pasar netbook menjadi pertanda segmen itu tidak hanya berisi produk low end. Apalagi harga netbook Sony yang hanya US$ 500 menjadi patokan, netbook dari vendor lain akan lebih murah dibandingkan produk premium Sony. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.