INILAH.COM, Jakarta - Walaupun menjadi partai pemenang pemilu dan memiliki dukungan 4 partai koalisi, tidak membuat Partai Demokrat secara otomatis berkuasa di DPR. PD diprediksi akan berhadapan dengan partai koalisi dan oposisi dalam berebut kursi pimpinan. Walah.
"Saya rasa tidak tepat bila Demokrat mengatakan partai yang menang yang akan menduduki kursi Ketua DPR. Justru Demokrat dalam parlemen bisa berhadapan dengan partai koalisi dan partai oposisi," analisis pengamat politik Universitas Katolik Parahyangan Adrianus Harsawaskita kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (12/7).
Dalam kasus hak angket DPT, tutur Andrianus, partai-partai koalisi PD saja sudah terlihat menganggu. Selain itu isu-isu yang menghantam SBY selama ini juga bukan merupakan isu yang berasal dari luar. Isu tersebut justru dikeluarkan partai-partai koalisi PD.
"Jangan harap Demokrat didukung 100 persen oleh partai-partai koalisinya, justru nantinya akan terjadi deal-deal di dalamnya," ujarnya.
Oleh karena itu, sambung Andrianus, ini bukan persoalan merelakan kursi Ketua DPR tapi bagaimana PD menggolkan RUU Sukduk mendatang. "Jadi proses lobinya ini yang ditunggu, bila berhasil maka PD menunjukan bahwa PD menguasai parlemen," tandas dia. [ton]