INILAH.COM, Jakarta Seorang anggota paramedis memposting foto ronsen pasien dengan tiga paku di kepalanya di Facebook. Meskipun identitas pasien sudah dihapus, tapi paramedis itu harus menjalani pemeriksaan.
Philip Harling menghapus nama pasien. Tapi karena foto itu tidak biasa, sehingga identitas pasien laki-laki itu mudah dikenali lewat situs jejaring sosial.
Laura Ryan dari Health Professions Council menilai tindakan itu sudah di luar aturan. "Meskipun nama pasien tidak disebutkan tapi Harling menyebut pasien dirawat sepekan sebelumnya," kata Ryan.
Bos paramedis itu Mark Glencorse langsung melakukan investigasi setelah mengetahui ada data rahasia pasien yang bisa tersebar. "Aku telah menyelidki kasus ini. Ada dua atau tiga foto yang diposting. Foto itu telah diselidiki," katanya.
Dokter di University Hospital North Tees mengirim foto ronsen itu ke ponsel Harling. Paramedis itu kemudian memposting di halaman Facebook North East Ambulance Service yang bisa dilihat semua orang yang bergabung di halaman itu.
Pengacara Harling Trevor Johnson mengatakan kliennya mengakui memposting foto itu tapi bukan untuk tindakan kejahatan. Itu bagian dari aktifitas yang banyak dilakukan oleh staf. Dia yakin diberi izin oleh dokter dan foto itu tanpa identitas, katanya
Setelah kejadian itu paramedis di North East Ambulance Service dilarang mengakses Facebook untuk sementara waktu.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !