INILAH.COM, Jakarta - Wacana ketua umum Golkar semakin mengarah ke kandidat Aburizal Bakrie. Anggota Dewan Penasihat Golkar ini dianggap sudah mengantongi dukungan daerah lebih banyak dibandingkan lawan kandidatnya Surya Paloh, Agung Laksono, dan Siswono Yudohusodo.
"Akan bagus sekali bagi Golkar bila Aburizal berhasil menjadi Ketua Umum Golkar," kata Ketua DPP Golkar Anton Lesiangi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).
Anton secara pribadi mengatakan dirinya mendukung Ical maju menggantikan Jusuf Kalla. Ada dua faktor yang membuat Menkokesra itu lebih unggul daripada ketiga calon lain.
"Pertama, Ical sudah mengumumkan secara resmi keputusannya untuk tidak mau lagi terlibat di jabatan eksekutif (pemerintahan), agar dapat fokus di Golkar. Artinya dia ingin menyelamatkan Golkar, dan itu bagus," tegas Anton.
Kedua, Ical sudah berpengalaman menjadi menteri. Menurut Anton, Ical tidak mungkin bisa menjadi menteri apabila tidak memiliki kelebihan. Kelebihan itulah yang membuat Aburizal layak diperhitungkan.
Bila Ical benar-benar menjadi Ketua Umum Golkar, maka Anton mengusulkan agar Siswono menjadi Wakil Ketua Umum, dan Agung menjadi Sekjen. "Bila ketiganya bersatu, maka mantaplah Golkar ke depan. Berdasarkan AD/ADRT Golkar, tidak ada aturan bahwa orang tua tidak boleh memimpin Golkar. Ini bukan soal tua-muda, tapi soal kemampuan diri" ujar Anton.
Ia beranggapan, belum tentu orang muda bisa memimpin dengan lebih baik, karena faktor pengalaman juga harus diperhitungkan. "Yang penting adalah siapa yang lebih berkompeten," tandasnya. [ikl/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !