inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dapen INTI Dirugikan Valuasi Saham Elnusa

Headline
istimewa
Oleh:
Selasa, 14 Juli 2009 | 14:22 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dana Pensiun (Dapen) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), salah satu pemegang saham PT Elnusa (ELSA), merasa dirugikan oleh berbagai valuasi saham ELSA yang lebih rendah dari harga penawaran perdananya.

Direktur Utama Dapen INTI, Agus Baharuddin, dalam siaran persnya, Selasa (14/7) mengatakan pihaknya pada awalnya membeli saham ELSA pada saat perseroan melakukan penawaran saham perdana dengan harga Rp400 per saham.

INTI sempat merasa senang, karena setelah kinerja harga-harga saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk pada tahun 2008, termasuk saham Elnusa, sekitar Mei, harga saham Elnusa sempat naik, seiring kabar PT Pertamina (yang menguasai 41,1 persen ELSA) akan menambah kepemilikan sahamnya di Elnusa setelah PT Tridaya Esta yang memiliki saham 37,67 persen atau setara dengan 2,71 miliar saham ELSA bermaksud melepas seluruh sahamnya tersebut.
"Kita senang, karena harga ELSA waktu itu sudah di atas harga IPO," tutur Agus.

Namun, lanjutnya, harga saham Elnusa terus merosot yang diduga karena pernyataan Pertamina yang mengurungkan niatnya menambah kepemilikan sahamnya di anak usahanya tersebut.

"Dari berbagai berita yang saya baca, Pertamina mengurungkan niatnya membeli ELSA karena menilai valuasi harga sahamnya tidak sampai Rp300 per saham," kata Agus.

Agus juga menyayangkan jika benar bahwa Pertamina mengurungkan niatnya menambah saham di Elnusa karena berdasarkan penilaian valuasi sahamnya terlalu mahal. "Kalau memang tidak jadi membeli, seharusnya pihak Pertamina diam saja, jadi tidak memperkeruh pasar," katanya.

Fund Manager PT Reliance Asset Management, Deni Hamzah, menyayangkan atas pernyataan dan mundurnya Pertamina atas rencana pembelian saham ELSA tersebut.

Menurut dia, nilai proyeksi saham dari ELSA belakangan mengalami diskon bukan karena secara fundamental perusahaan tidak bagus, namun lebih karena banyaknya pemberitaan yang kurang positif hingga menekan harga saham ELSA.

Ia juga mempertanyakan valuasi saham ELSA oleh Pertamina yang menilai harga saham anak usahanya tersebut di sekitar Rp200 per saham. "Ini aneh, bagaimana mungkin Pertamina menawar harga saham anak usahanya sendiri jauh di bawah harga perdana, " kata Deni.

Dia juga mempertanyakan logika manajemen Pertamina dengan harga valuasi yang justru merugikan Pertamina sendiri. "Sepertinya komisaris dan direksi Pertamina lupa bahwa Pertamina itu pemegang saham mayoritas di ELSA. Kalau mereka bid (pasang beli) murah, maka harga tertekan. Pada akhirnya yang rugi negara juga karena nilai asetnya berkurang di ELSA," ungkap Deni.

Fund manajer ini juga mengkritisi harga valuasi Pertamina terhadap saham ELSA yang di bawah harga likuidasi sekitar Rp200 sulit diterima akal sehat.
"Sebab itu sama saja dengan seolah-olah Pertamina tidak membutuhkan ELSA dan menganggapnya sebagai perusahaan yang tidak bagus. Masah sih, anak perusahaan sendiri di jelek-jelekkan," katanya.

Deni menyarankan, andaikata Pertamina memang enggan membeli Elnusa, alangkah baiknya BUMN minyak ini berdiam diri, sehingga semua pihak akan diuntungkan. "Apalagi sebetulnya ELSA perusahaan yang sangat prospektif dan sejalan dengan bisnis inti Pertamina," tambah Deni.

ELSA merupakan perusahaan satu-satunya perusahaan nasional yang memberikan jasa pengeboran minyak dan gas terintegrasi ecara lengkap, dari hulu hingga ke hilir.

Selain itu, ELSA juga dikenal dengan keahliannya di bidang geo-science, yaitu jasa yang mengidentifikasi potensi minyak dan gas bumi. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
rudie @ Selasa, 14 Juli 2009 | 16:41 WIB
pertamina emank lieur. lieur liat pertamina. amit-amit pegang sahamnya..
presiden @ Selasa, 14 Juli 2009 | 16:24 WIB
setuju! Pertamina emank bloon!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.