INILAH.COM, Jakarta - Sentimen positif bursa saham berhembus sepoi ke pasar valas sehingga rupiah dapat terangkat ke zona hijau. Terjadinya capital inflow dan pergerakan dolar AS yang stabil cenderung melemah, telah mendongkrak mata uang RI itu.
Nilai tukar rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (14/7) menguat 60 poin menjadi 10.160, dibandingkan posisi kemarin di level 10.220. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah ditransaksikan menguat 25 poin (0,24%) ke level 10.215 per dolar AS.
Pengamat pasar uang David Sumual mengatakan, setelah melemah di sesi awal, rupiah berbalik arah dan melesat, seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sebesar 1,8%.
Reboundnya bursa dipicu penguatan Dow Jones dan bursa regional yang rata-rata naik hingga 2%, katanya kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (14/7).
Menurutnya, pergerakan rupiah beberapa hari terakhir ini mirip dengan pergerakan pasar modal. Jika pasar modal melemah rupiah pun melemah. Demikian sebaliknya. Itulah yang menjadi alasan rupiah menguat ke level 10.160 per dolar AS, tuturnya.
Di sisi lain, penguatan rupiah juga disebabkan nilai tukar dolar AS yang relatif stabil cenderung melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya. Koreksi dolar AS ini disebabkan aksi profit taking investor, menyusul penguatan dolar AS beberapa hari terakhir.
Pelaku pasar mengalihkan investasi mereka dari instrumen dolar AS ke pasar saham. Terindikasi dari penguatan bursa AS dan regional. Implikasinya, di dalam negeri terjadi capital inflow baik di pasar saham maupun Surat Utang Negara (SUN) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), imbuhnya.
David menjelaskan, melihat pola pergerakannya sejak dua hingga tiga tahun terakhir, volatilitas pasar modal, SUN dan SBI berpengaruh besar pada pergerakan rupiah. Menurut David, setiap kali asing masuk pada instrumen SBI, korelasinya sangat positif terhadap penguatan rupiah.
Saya melakukan uji sensitivitas beberapa kali, rupiah dan SBI asing sangat berpengaruh. Dibandingkan dengan SUN yang dipegang investor asing, paparnya. Dampak SBI terhadap rupiah cukup besar mengingat surat utang ini lebih risk free dibandingkan SUN.
Asing menilai, aset investasi di Indonesia yang paling aman adalah SBI. Sementara SUN masih memiliki risiko market dan karena itu harganya masih bisa fluktuatif. Pengaruh SUN terhadap rupiah tidak sebesar SBI, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.005 terhadap dolar Australia, 14.276 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa, dan 6.996 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya tiga mata uang yang melemah. Yen jepang turun 0,15% menjadi 93.110, dolar Australia terdepresiasi 0,63% ke posisi 0.788, dolar New Zealand terkoreksi 0,22% ke angka 0.633 per dolar AS.
Selebihnya mata uang kawasan menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong naik 0,001% ke level 7.750, dolar Singapura terangkat 0,18% menjadi 1.458, dolar Taiwan terapresiasi 0,30% ke posisi 33.084, won Korsel melambung 1,76% ke level 1.293, dan peso Filipina merangkak naik 0,24% terhadap dolar AS ke angka 48.270.
Begitu pula dengan rupee India yang terkerek naik 0,48% ke posisi 48.842, yuan China menanjak 0,0015% ke angka 6.832, ringgit Malaysia terkerek naik 0,38% ke level 3.583, dan baht Thailand terdongkrak 0,08% menjadi 34.135. [E2]