INILAH.COM, Mexico City Perang antar kartel obat-obatan terlarang Meksiko masih berlangsung dan menyulitkan usaha pemerintah untuk membasmi jaringan tersebut. Teranyar, 12 orang ditemukan tewas setelah disiksa salah satu kelompok kartel. Sadis!
"Sepertinya mereka semua tewas karena luka tembakan. Mereka disiksa, dieksekusi, baru kemudian dibuang di salah satu sisi jalan antah berantah," ujar seorang staf kantor jaksa Michoacan yang enggan menyebutkan namanya, seperti dikutip news.com.au, Selasa (14/7).
Empat jasad dengan luka kematian sama juga ditemukan di tempat itu pekan lalu, menjadikannya seolah tempat pembuangan jasad favorit. Jasad-jasad itu diduga korban kelompok kartel Zetas yang terkenal dengan kebrutalan mereka.
"Zetas sedang memerangi sekelompok penyelundup di negara bagian Michoacan yang menyebut diri mereka La Familia (keluarga). Sepertinya mereka berebut teritori di wilayah tersebut," lanjut staf tersebut.
Presiden Felipe Calderon telah mengirimkan ribuan serdadunya ke seluruh penjuru negara untuk memerangi kartel narkoba. Bukannya menurun, kekerasan yang berhubungan dengan narkoba malah terus meroket hingga menewaskan 12.300 orang sejak Calderon menjadi presiden pada Desember 2006.
Pekan ini, otoritas Meksiko menangkapi anggota senior La Familia. Penangkapan itu juga memicu penyerangan terhadap pasukan keamanan di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Guanajuato. Perang antar kartel ini merupakan perebutan US$ 40 juta per tahun yang diperoleh Meksiko dari penjualan narkoba. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !