Senin, 28 Mei 2012 | 21:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Cendana Masuk, Golkar Bau Orba Lagi
Headline
Ibrahim Zuhdi Fahmi Badoh - inilah.com/Pandie
Oleh: Rafiqa Qurrata A'yun
web - Rabu, 15 Juli 2009 | 10:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dinasti Cendana tak bisa lepas dari cap korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) semasa Soeharto berkuasa. Kembalinya Cendana ke Partai Golkar pun dianggap akan kembali memberi cap Golkar sebagai partai Orde Baru yang identik dengan KKN.

"Dampaknya lebih pada citra Partai Golkar. Dengan menerima Cendana lagi Partai Golkar tidak mereformasi diri sebagai Golkar baru seperti yang dikatakan Akbar Tandjung. Tapi kembali ke partai Orba," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Zuhdi Fahmi Badoh kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut Fahmi, Partai Golkar harus berpikir ulang tentang rencana masuknya Tutut dan Titiek Soeharto. Apakah masuknya Tutut dan Titiek akan membuat citranya semakin terpuruk atau lebih baik.

"Sekarang ini kan sudah beralih, dari politik aliran sekarang basisnya pemilih rasional," imbuh Fahmi.

Fahmi menilai proses hukum dugaan kasus KKN Soeharto dan kroni-kroninya tidak akan terpengaruh. "Mereka tidak masuk Golkar pun semua kasus korupsinya mandeg. Kasus Cendana itu dalam konteks hukum saja berat, apalagi konteks politik," ujarnya. [fiq/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
aaaaa
Kamis, 16 Juli 2009 | 09:42 WIB
Saya kira kita tidak bisa menutup mata atas Jasa-jasa beliau. Tetapi apakah sampai segitunya hingga anak-anaknya yang tidak kompeten bisa dengan leluasa masuk dan menduduki jabatan secara instan. "Kalo masalah warisan harta/jabatan, diminta-minta ... tapi kalau warisan kesalahan/permaalahan hukum mintanya dilupakan"
bati
Rabu, 15 Juli 2009 | 10:38 WIB
Apa salahnya???apa memang Pak Harto itu sudah dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia?Justru rakyat Indonesia yg berada dipinggiran snagat2 mengharapkan kepemimpinan seperti Pak Harto. jangan asal bicara sembarangan. Org2 yg membenci Pak hrato padahal sudah kenyang dnegan adanya orde baru. Bisa sekolah dan mencari pekerjaan yg layak..So??kenapa harus menjadi munafik??
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.