INILAH.COM, Jakarta - Dinasti Cendana tak bisa lepas dari cap korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) semasa Soeharto berkuasa. Kembalinya Cendana ke Partai Golkar pun dianggap akan kembali memberi cap Golkar sebagai partai Orde Baru yang identik dengan KKN.
"Dampaknya lebih pada citra Partai Golkar. Dengan menerima Cendana lagi Partai Golkar tidak mereformasi diri sebagai Golkar baru seperti yang dikatakan Akbar Tandjung. Tapi kembali ke partai Orba," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Zuhdi Fahmi Badoh kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (15/7).
Menurut Fahmi, Partai Golkar harus berpikir ulang tentang rencana masuknya Tutut dan Titiek Soeharto. Apakah masuknya Tutut dan Titiek akan membuat citranya semakin terpuruk atau lebih baik.
"Sekarang ini kan sudah beralih, dari politik aliran sekarang basisnya pemilih rasional," imbuh Fahmi.
Fahmi menilai proses hukum dugaan kasus KKN Soeharto dan kroni-kroninya tidak akan terpengaruh. "Mereka tidak masuk Golkar pun semua kasus korupsinya mandeg. Kasus Cendana itu dalam konteks hukum saja berat, apalagi konteks politik," ujarnya. [fiq/ana]