INILAH.COM, Jakarta -Microsoft Corp mengingatkan cybercriminal telah menyerang user yang menggunakan Office untuk Windows PC. Penjahat memanfaatkan ketidaksempurnaan pemrogramaan yang belum diperbaiki oleh perusahaan itu.
Produsen software terbesar itu mengeluarkan peringatan Rabu (15/7) dan meirlis tambalan untuk mengatasi sembilan masalah keamanan di softwarenya.
"Meskipun pembanahan sudah dikeluarkan, pengguna Windows masih rawan. Microsoft mengambil dua langkah di depan, sementara penyerang satu langkah di belakangnya," kata Dave Marcus direktur McAfee Inc Avert Labs.
Cybercriminal menargetkan program Microsoft karena digunakan secara luas, sehingga satu kode berbahaya bisa mendapatkan banyak korban. Windows menjalankan lebih dari 90% PC dunia. Sedangkan Office memiliki 500 juta user.
Hacker memanfaatkan masalah pada Office dengan situs jebakan yang dilengkapi kode berbahaya yang masuk ke komputer yang menjalankan software Office.
PC yang terinfeksi akan berubah menjadi botnet, berupa jaringan komputer yang sudah dibajak oleh penjahat. Botnet ini bisa digunakan untuk mencuri data, mengirim email spam serta kejahatan cyber lain.[ito]