inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Urusan Kosmetika, Wanita paling Boros

Headline
Istimewa
Oleh: Liana Garcia
Sabtu, 18 Juli 2009 | 01:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Selain peduli akan busana, wanita ternyata memiliki kebiasaan boros terhadap kosmetika. Tidak mengherankan jika setiap bulannya di dalam tas kosmetika perempuan berisi produk-produk kecantikan senilai 57 poundsterling atau Rp. 946.371.

Kenyataan ini diungkap berdasarkan hasil survey yang dilakukan perusahaan kosmetika, Avon di Inggris. Survey menemukan rata-rata di dalam tas kosmetik wanita berisi produk-produk kecantikan yang bernilai sekitar 57 poundsterling (sekitar Rp. 946.371 dengan nilai kurs 1 = Rp. 16.603).

Ini berarti setiap bulannya wanita di Inggris menghabiskan sekitar 1.1 milyar poundsterling untuk pembelian produk-produk kecantikan.

Hasil survey terhadap 1.000 orang perempuan menyebutkan bahwa di dalam tas kosmetik perempuan berusia antara 16-24 tersimpan peralatan kosmetik senilai 69 poundsterling (sekitar Rp. 1.145.607).

Sementara perempuan berusia 25-34 tahun rata-rata menghabiskan uang sekitar 71 poundsterling (sekitar Rp. 1.178.813) untuk keperluan make upnya.

Sebaliknya, perempuan berusia 55 tahun ke atas cenderung mengalami penurunan dalam pembelian alat make up. Mereka hanya mengeluarkan uang kurang dari 35 pounsterling (sekitar Rp. 581.105) untuk membeli produk-produk kecantikan.

Maskara merupakan produk kecantikan yang paling populer dipilih oleh 62 persen perempuan. Menurut mereka alat ini wajib ada dalam tas kosmetik. Sementara 38 persen menganggap lipstik adalah salah satu alat make up yang wajib dibeli. Disusul dengan foundation di peringkat ketiga, dimana sekitar 37 persen perempuan mengatakan harus memiliki alat make up ini.

Menurut Cary Cooper, seorang profesor psikologi di Lancaster University, tujuan perempuan menghabiskan banyak uang membeli keperluan kosmetik adalah untuk menghibur hati di tengah-tengah situasi ekonomi yang tidak menentu ini.

"Selama resesi, banyak orang yang merasa tertekan karena kesulitan finansial dan cemas memikirkan pekerjaan mereka ataupun pekerjaan pasangannya," kata Prof. Cary.

Banyak orang yang membeli barang-barang mewah pada masa ini hanya untuk membuat perasaan mereka menjadi lebih baik, tambahnya.

Menurut Prof. Carry sudah menjadi fenomena umum, perempuan yang sedang merasa tertekan selalu ingin memiliki penampilan yang terbaik. Mereka cenderung akan mempercantik diri, entah dengan mengganti model rambutnya, merawat dan merapikan kuku-kukunya atau membeli perlengkapan kosmetik terbaru.

Meskipun mereka akan merasa bahagia, namun menurut Prof. Carry, perasaan itu hanya berlangsung sesaat dan tidak dapat mengatasi masalah yang sesungguhnya.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.