Minggu, 27 Mei 2012 | 06:49 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BUMI Tembus Rp 2.000, ‘Trading Buy’!
Headline
Foto/ Bayu Suta
Oleh: Ahmad Munjin
web - Kamis, 16 Juli 2009 | 08:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pergerakan saham PT Bumi Resources (BUMI), pada perdagangan Kamis (16/7) diprediksikan melanjutkan penguatan. Pasalnya, berita-berita positif akan lebih dominan. BUMI pun mendapat rekomendasi trading buy.
Pengamat pasar modal, Dandossi Matram mengatakan penguatan saham BUMI hari ini seiring berita positif yang lebih dominan di pasar dibandingkan berita negatif. Hal inilah yang akan menggerakan pasar di Asia Pasifik, Eropa dan Amerika.
Pada akhirnya, indeks Indonesia pun akan positif. Apalagi dua hari terakhir perdagangan pekan ini, akan menjadi momentum recovery indeks dan saham BUMI. BUMI sendiri tampaknya akan menembus level resistant Rp 2.000 kembali, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (15/7) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp 80 ke level Rp 1.940 dibandingkan hari sebelumnya pada angka Rp 1.860 per lembar. Harga tertingginya Rp 1.940 dan harga terendahnya Rp 1.860. Sedangkan volume transaksi mencapai 518,1 juta lembar saham senilai Rp 989,9 miliar dan frekuensi 12.379 kali.
Lebih lanjut, Dandossi mengatakan, selain dominannya berita positif, BUMI memiliki berita yang berpotensi mengangkat saham sejuta umat ini. Penyertaan 10% saham di Newmont Nusa Tenggara, dan dua tambang lainnya merupakan berita positif.
Kemudian koreksi yang cukup banyak pekan lalu, juga berita positif untuk mengembalikan harga BUMI ke level Rp 2.000, tandasnya. Menurutnya, dalam kondisi pasar yang dinamis merupakan peluang bagi investor untuk trading buy.
Pasalnya, untuk lompat menguat lebih jauh pun sepertinya belum akan terjadi pada saham batubara thermal ini. Pelaku pasar disarankan untuk bermain cepat pada saat pasar bergerak, kata Dandossi menyarankan.
Lompatan jauh belum bisa terjadi karena masih ada tekanan jual dari saham-saham BUMI eks-repo di broker-broker. Itulah yang akan menghambat pergerakan saham BUMI untuk naik lebih kencang, ucapnya.
Kecuali, jika ada investor besar yang masuk ke pasar untuk memborong saham BUMI pada harga berapa pun sehingga bisa mempercepat kenaikan saham ini. Walaupun memang tekanan jual saham BUMI eks-repo sudah semakin berkurang, paparnya.
Ditanya mengenai peluang profit taking, menurut Dandossi, aksi itu tidak akan terjadi pada hari ini bahkan hingga besok yang merupakan hari terakhir perdagangan pekan ini. Pasalnya, berita positif lebih dominan dibandingkan negatif. Kelihatannya pasar Eropa, Amerika, dan Asia Pasifik akan menguat dalam dua hari ini, imbuhnya.
Ini akan berimbas positif bagi bursa Indonesia, dan positif juga bagi BUMI. Selain itu, investor yang berani membeli BUMI sudah bertambah banyak dengan nilai transaksi terus membesar beberapa hari terakhir. Ini memungkinkan menopang penguatan BUMI, tuturnaya.
Namun demikian, mengingat pergerakan pasar yang trennya bergerak dinamis, investor disarankan agar tetap fokus pada pergerakan bursa global dan regional. Pasalnya, bursa global bagaimana pun sangat terpengaruh indeks Dow Jones. Dow sendiri dipengaruhi oleh perkembangan upaya Amerika melawan resesi, ucapnya.
Pada perdagangan kemarin pun, indeks Asia Pasifik mengalami kenaikan signifikan 2-3%. Eropa naik di atas 1%, dan bursa Jakarta yang paling besar hingga 3,24%. Penguatan ini sebagai antisipasi terhadap pasar yang sebenarnya masih volatile, dan bergerak dinamis, tandasnya.
Belakangan ini, lanjut Dandossi pasar tampak sangat sensitif dengan berita-berita yang negatif tetapi juga sensitif terhadap berita-berita positif. Berita ini datang silih berganti. Kadang hari ini baik dan besoknya negatif yang terkait dengan recovery ekonomi dari resesi saat ini, bebernya.
Ketika terjadi berita, pengangguran meningkat, indeks langsung melemah. Besoknya, ada berita penjualan meningkat, bursa bergerak positif. Berita-berita yang silih berganti, antara positif dan negatif inilah yang sebenarnya menggerakkan pasar. Namun untuk dua hari terakhir ini, saya yakin berita positif lebih dominan, pungkasnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.