INILAH.COM, New York - Para investor akhirnya mulai optimis dengan sentimen kinerja kuartal II, pasar pun mulai bergairah.
Indeks kembali terkerek pada perdagangan Rabu (15/7). Para investor menemukan fakta lain bahwa perekonomian tidak separah yang mereka asumsikan.
Sebagian besar indikator saham naik sekitar 3%, termasuk Dow Jones, yang naik 257 poin, gain terbesar sejak 23 Maret.
Sentimen positif yang kuat datang dari laporan kinerja Intel Corp. dan Federal Reserve, membuat para investor kembali ke lantai bursa. Indeks mulai melakukan reli sejak Senin, usai analis perbankan berpengaruh, menaikkan Goldman Sachs Group Inc.
Laporan kinerja perseroan-perseroan besar pekan ini, memberikan sentimen positif yang menyebabkan reli indeks karena laba perseroan merupakan pengendali utama pergerakan harga saham. Sentimen terbaru datang dari Intel, yang mencatatkan penjualan yang lebih baik dari yang diharapkan.
Para investor juga terimbas laporan bulan Juni tentang sektor industri yang hanya memangkas sedikit produksi mereka, bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Federal Reserve mengatakan output dari pabrik-pabrik lokal, pertambangan, dan utilitas turun 0,4% bulan lalu, lebih kecil bila dibanding Mei yang turun 1,2%.
Para 'pedagang' menemukan sentimen positif lainnya saat the Fed menyatakan harapannya berupa kontraksi ekonomi lebih rendah dibanding sebelumnya.
"Apa yang kami lihat adalah beberapa fakta tentang stabilitas perekonomian berada jauh dibelakang kita, namun setidaknya saat ini para investor berpikiran hal itu tidak seburuk yang dikawatirkan," ujar portfolio manager Federated Clover Investment Advisors Rochester, New York, Matthew Kaufler.
Pada perdagangan Rabu (15/7), Dow Jones melonjak 256,72 poin (3,1%) menjadi 8.616,21. Sementara S&P 500 naik 26,84 poin (3%) menjadi 932,68, dan Nasdaq naik 63,17 poin (3,5%) menjadi 1.862,90. [mre/cms]