INILAH.COM, Jakarta Menyusul peluang berita-berita positif yang mendominasi bursa global dan regional, saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (16/7) diprediksikan menguat bahkan menembus level resistan Rp2.000. Trading buy BUMI!.
Pengamat pasar modal, Dandossi Matram mengatakan penguatan BUMI ditopang tiga hal, seperti dominasi berita positif yang menggerakan pasar global dan regional, koreksi BUMI pekan lalu yang signifikan, serta penyertaan 10% saham di Newmont Nusa Tenggara dan akuisisi dua tambang emas dan tembaga.
Menurutnya, dua hari terakhir perdagangan pekan ini, akan menjadi momentum recovery indeks dan saham BUMI. BUMI sendiri tampaknya akan menembus level resistant 2.000 kembali, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Rabu (15/7) kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp 80 ke level Rp 1.940 dibandingkan posisi sebelumnya di angka Rp 1.860. Volume transaksi mencapai 518,1 juta lembar saham senilai Rp 989,9 miliar dan frekuensi 12.379 kali.
Berikut ini wawancara INILAH.COM dengan Dandossi Matram:
Bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI?
BUMI tampaknya akan menembus level resistan Rp 2.000 kembali. BUMI masih ada penguatan karena berita positif akan lebih dominan di pasar. Hal ini pula yang akan menggerakkan pasar di Asia Pasifik, Eropa dan Amerika sehingga menguat dalam dua hari ini. Pada akhirnya, indeks Indonesia pun akan positif termasuk saham BUMI. Dua hari terakhir perdagangan pekan ini, tampaknya akan menjadi momentum recovery indeks dan saham BUMI.
Karena, selain dominannya berita positif, BUMI sendiri memiliki berita yang berpotensi mengangkat saham ini. Penyertaan 10% saham di Newmont Nusa Tenggara, dan dua tambang lainnya merupakan berita positif. Kemudian koreksi yang cukup banyak pekan lalu, juga berita positif untuk mengembalikan harga BUMI ke level Rp 2.000.
Lantas apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Menurut saya, kondisi pasar yang dinamis ini merupakan peluang bagi investor untuk trading buy. Karena, untuk lompat menguat lebih jauh pun sepertinya belum akan terjadi karena masih ada tekanan jual dari saham-saham BUMI eks-repo di broker-broker. Itulah yang akan menghambat pergerakan saham BUMI untuk naik lebih kencang.
Pelaku pasar saya sarankan bermain cepat saat pasar bergerak. Kecuali, jika ada investor besar yang masuk ke pasar untuk memborong saham BUMI pada harga berapa pun, sehingga bisa mempercepat kenaikan saham ini. Walaupun memang tekanan jual saham BUMI eks-repo sudah semakin berkurang.
Ada peluang profit taking?
Tidak akan terjadi hari ini, bahkan hingga Jumat pun yang merupakan hari terakhir perdagangan pekan ini menjelang long week end. Saya yakin berita positif lebih dominan.
Selain itu, investor yang berani beli BUMI saat ini sudah bertambah banyak dan nilai transaksi BUMI terus membesar beberapa hari terakhir. Ini memungkinkan menopang penguatan BUMI.
Tapi, fokus investor harus tetap pada bursa global dan regional?
Ya. Karena bagaimana pun sangat terpengaruh indeks Dow Jones. Dow sendiri dipengaruhi oleh perkembangan upaya Amerika melawan resesi. Pada perdagangan kemarin pun, indeks Asia Pasifik mengalami kenaikan signifikan 2-3%. Eropa naik di atas 1%, dan bursa Jakarta yang paling besar hingga 3.24%.
Penguatan ini sebagai antisipasi terhadap pasar yang masih volatile dan bergerak dinamis. Belakangan ini, pasar tampak sangat sensitif, tidak hanya dengan berita negatif tetapi juga berita positif. Berita ini datang silih berganti. Kadang hari ini baik dan besoknya negatif yang terkait dengan recovery ekonomi dari resesi saat ini.
Ketika terjadi berita pengangguran meningkat, indeks langsung melemah. Besoknya, ada berita penjualan meningkat, bursa bergerak positif. Berita-berita yang silih berganti antara positif dan negatif inilah yang sebenarnya menggerakkan pasar. Namun untuk dua hari terakhir ini, saya yakin berita positif akan lebih dominan dibandingkan berita negatif. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !