INILAH.COM, Jakarta - Ledakan bom yang mengguncang Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton menewaskan 9 orang dan melukai sekitar 30 orang. Belum diketahui motifnya, namun tidak tertutup kemungkinan berlatar politis terkait pilpres.
"Bisa saja motifnya politis, yaitu terkait pilpres. Karena ini kan masih dalam suasana pilpres. Kasus seperti ini mungkin saja digunakan sebagai cara untuk memojokkan pihak yang kurang puas terhadap hasil pilpres," kata anggota Komisi I DPR Effendy Choirie alias Gus Choi di Jakarta, Jumat (17/7).
Aparat, lanjut dia, harus mengungkap siapa pelakunya. Termasuk apakah merupakan jaringan teroris kelompok radikal yang selama ini beroperasi di Indonesia atau ada kelompok lain.
"Harus diusut tuntas, Bukan hanya pelakunya yang diburu, tetapi motifnya juga harus diungkap," katanya di Jakarta, Jumat pagi menanggapi ledakan di kawasan itu.
Sedangkan mengenai motif ledakan, dia mengemukakan, motifnya bisa saja untuk mengganggu keamanan nasional sebagai bagian dari skenario yang sudah dijalankan oleh pelaku aksi-aksi peledakan oleh kelompok radikal sebelumnya.
Ledakan ini, kata Gus Choi, jelas memiliki motif tertentu. Selain diarahkan dan dikaitkan dengan pilpres, mungkin saja kasus peledakan ini juga dikaitkan dengan rencana kedatangan tim sepak bola Manchester United (MU).
"Tim MU kan kabarnya menginap di hotel tersebut. Dari sisi diplomasi, aksi peledakan ini termasuk gangguan bagi hubungan kedua negara," katanya. [*/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !