Senin, 28 Mei 2012 | 21:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ledakan Kuningan Tantang Kewibawaan SBY
Headline
Bom di Hotel Ritz Carlton & JW Marriot - ist
Oleh: Abdullah Mubarok
web - Jumat, 17 Juli 2009 | 11:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Berbagai insiden kekerasan mewarnai pemilu 2009. Pemerintahan saat ini dan berikutnya mulai digoyahkan. Ada pihak yang tidak terima dengan hasil pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan kali ini. SBY harus menjawab tantangan ini?

"Ini tantangan terbuka untuk kewibawaan pemerintahan. Pola terorisme seperti ini cukup umum yakni di awal-awal pemerintahan," kata pengamat militer dan intelijen UI Andi Widjajanto kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (17/7).

Pada pemilu legislatif 9 April lalu, ada serangan-serangan di Papua. Pada hari H dan pasca Pemilihan Umum Legislatif 9 April lalu, masyarakat Papua terlihat ketakutan setelah mengetahui terjadi penyerangan sekelompok warga terhadap markas Polsek Abepura, disusul pembakaran gedung Rektorat Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) Jayapura.

Selain itu, masyarakat Papua pun ketakutan melihat terjadinya penikaman dan pembunuhan tidak wajar terhadap beberapa tukang ojek di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. Selain itu ada pembakaran salah satu gedung SMP di pedalaman Jayawijaya serta penikaman dua warga di Waena, Kota Jayapura.

"Pasca pelaksanaan pilpres pun di tempat yang sama juga terjadi insiden penembakan. Salah satu karyawan PT Freeport tewas tertembak. Untuk sementara tidak bisa diprediksikan keterkaitan satu kejadian yang satu dengan yang lain. Tetapi harus menjawab tantangan terbuka ini," imbuh Andi.

Dijelaskan Andi, ledakan ini sebetulnya serangan utamanya bukanlah bom. Dampak yang dihasilkan dari insiden dua ledakan di Mega Kuningan ini bisa mempengaruhi stabilitas pemerintahan di bidang ekonomi dan lain-lain.

"Bom ini menyulut reaksi yang lain. Ada seseorang yang tidak menerima dengan hasil pelaksanaan pemilu. BIN dan kepolisian anti teror harus bisa mengusut dan menyelidiki ini semua. Tantangan ini harus dijawab pemerintah agar memberikan tanggapan positif bagi tantangan ekonomi," pungkasnya. [bar/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Muhammad Faris Gadneh
Jumat, 17 Juli 2009 | 15:44 WIB
Ini Pesan: INI BUDI, BUDI BERMAIN BOLA pada 17 juli pagi hari 7:40WIB pesan itu berubah seperti ini: INI "BOMBUDI", BOM BUNUH DIRI dari bali, mengharapkan aparat dapat maksimal menjaga keamanan diperketat disini.. terima kasih..
Khenju
Jumat, 17 Juli 2009 | 15:28 WIB
harus di tindak tegas pelaku BOM tersebut klo bisa langsung di tembak mati aja di depan seluruh masyarakat Indonesia pelaku2 tersebut tidak layak untuk hidup karena udah menghilangkan banyak nyawa..... Bapak harus tegas untuk menuntas pelaku2 yang tak bertanggung jawab
kontra
Jumat, 17 Juli 2009 | 11:57 WIB
Sebaiknya pak Andi tdk menambah kisruh keadaan dgn isu2 baru, biarkanlah polisi bekerja terlebih dahulu. bisa saja motif peledakan ini untuk mengalihkan isu penghitungan suara pilpres yg amburadul oleh pihak2 yg merasa terancam oleh pihak2 yg terus mengamati perkembangan hasil pilpres. Maling teriak maling itu biasa kan.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.