INILAH.COM, Jakarta - Ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton dinilai oleh Ekonom Bank Rakyat Indonesia Aviliani adalah wajar dan menunjukkan lemahnya pengamanan di Indonesia.
Biasanya pasca Pemilihan Presiden (pilpres) pasti ada sesuatu dan bom, itu wajar, jelas Aviliani kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (17/7).
Ia membeberkan, jika seusai Pilpres biasanya akan terjadi pemboman di mana-mana, namun penentuannya ada saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Oktober 2009 mendatang. Malah, ledakan ini menunjukkan lemahnya keamanan di Indonesia di era demokrasi ini.
Biasalah ada yang kalah dan ada yang menang. Hal ini menunjukkan sistem kepolisian Indonesia selama ini diperlemah, tandasnya.
Menyoal apakah ledakan ini rakayasa pasca pilpres, ia hanya menyebutkan wajar. Kita juga tidak tahu bagaimana perekomonian kita nantinya, belum bisa diprediksi, tandasnya. [san/war]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !