INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Travel Indonesia (ASITA) menyayangkan kejadian ledakan di dua hotel berbintang yang ada di ibukota Jakarta karena akan berdampak negatif pada kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ketua ASITA Ben Sukma Harahap, di Jakarta, Jumat (17/7) mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan travel ataupun agen perjalanan wisata yang selama ini melayani perjalanan wisata.
"Kejadian ini jelas berdampak. Namun kami belum bisa memastikan berapa total wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Indonesia khususnya Jakarta," katanya saat dikonfirmasi.
Menurut dia, dengan adanya kejadian ini banyak pihaknya yang dirugikan termasuk pelaku usaha. Selain itu, kejadian ini akan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat maupun dunia terkait dengan sistem keamanan di Indonesia.
Ledakan keras terjadi di dua hotel di kawasan Mega Kuningan sekitar pukul 07.45 WIB. Ledakan pertama terjadi di Hotel Ritz-Carlton kemudian ledakan kembali terjadi di Hotel JW Marriott yang jaraknya tidak jauh dari ledakan pertama.
Berdasarkan data yang ada korban dari ledakan tersebut dirawat dibeberapa rumah sakit diantaranya adalah Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Kuningan, Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Pertamina dan Rumah Sakit Medistra.
Korban akibat ledakan di dua hotel tersebut yang terdata di beberapa rumah sakit mencapai 39 orang dan 21 orang di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA). Adapun korban meninggal dari kejadian tersebut adalah tujuh orang dan satu diantaranya adalah Direktur Utama PT Holcim Indonesia Tbk, Timothy Mackay. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !