INILAH.COM, Jakarta - Ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton membuat Adrie Soebono geram. Meski kantornya di Plasa Mutiara yang berdampingan dengan lokasi kejadian tak hancur berantakan, Adrie menuding biadab kepada pelaku pemboman.
"Ledakan bom di Marriot dan Ritz Carlton itu sangat kejam. Pelaku bomnya, biadab. Sumpah, kalau boleh maki-maki lebih kejam lagi, pasti saya lakukan. Siapa juga yang tidak marah besar jika harus mengalami kejadian seperti ini," ujar Adrie Soebono, ketika dihubungi INILAH.COM melalui telepon selular, Jumat (17/7) siang.
Pemilik Java Musikindo yang kini sedang berlibur di Amerika Serikat mengetahui kejadian ledakan bom itu melalui siaran langsung CNN. Semua kejadian itu di mata Adrie, secara tidak langsung sangat berpengaruh terhadap bisnisnya, dan juga seluruh aspek kehidupan Negara Indonesia.
"Kejadian ledakan bom ini, jelas berpengaruh banget. Kalau keamanannya nggak terjamin, nanti akan ada travel warning. Jadi harus lagi mengurus banyak surat-surat dan hal-hal terkait lainnya. Ribet banget. Belum lagi, pengaruhnya terhadap seluruh aspek lainnya," pungkasnya.
Sampai sejauh ini, kantor Java Musikindo yang berada di Plaza Mutiara Lantai 2, Suite 201, Jalan Lingkar Mega Kuningan Kav. E 1-2, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, yang berdampingan dengan lokasi kejadian, tidak mengalami kerusakan.
Ketika bom meledak di Hotel JW Marriot Hotel, 5 Agustus 2003, kantor miliknya hancur berantakan. [aji/L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !