INILAH.COM, Jakarta - Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton dinilai bertujuan memperburuk citra negatif terhadap pemerintahan Indonesia di mata internasional.
"Diindikasikan tindakan teroris yang sistematis untuk merusak citra pemerintahan Indonesia dalam upaya pengamanan nasional," kata Wasekjen PAN Viva Yoga di Jakarta, Jumat (17/7).
Menurut Yoga, belum terungkapnya pelaku, tapi dilihat peristiwanya berulang di hotel yang menjadi tempat menginap orang asing itu mengindikasikan perbuatan teroris.
"Disayangkan korbannya para warga sipil yang tidak berdosa, perbuatan sistematis dengan tujuan memperkeruh stabilitas keamanan pasca pilpres," ujarnya.
Padahal, menurut Yoga, pilpres telah berlangsung aman dan tidak ada setetes darah pun dari 230 juta penduduk Indonesia jatuh.
"Jadi aparat intelejen harus mengungkapkan dengan transparan dan jujur siapa pun di balik aksi peledakan bom pasca pilpres yang diakui para pemimpin internasional," katanya.
Yoga mengakui ledakan bom ini juga pastinya berdampak bagi kegiatan penanaman modal di Indonesia karena investor menjadi enggan karena kondisi politik dan keamanan kurang terjamin.
"Kita lihat saja setelah ledakan ternyata ledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta berpengaruh negatif terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, sehingga pada pembukaan pasar turun 1,24 persen," ujarnya. [*/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !