Senin, 28 Mei 2012 | 17:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bom Kuningan Alihkan Kecurangan Pilpres?
Headline
inilah.com/ Wirasatria
Oleh: Raden Trimutia Hatta
web - Jumat, 17 Juli 2009 | 13:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Secara tiba-tiba setelah tim Megsa Pro dan JK Win keras mengungkap kecurangan pemilu, bom meledak di kawasan Mega Kuningan. Diduga bom tersebut bagian dari upaya pengalihan isu kecurang dalam pemilu.

"Mungkin ini bagian dari upaya mengalihkan isu yang akhir-akhir ini keras disuarakan kubu capres yang kalah dalam pilpres kemarin," ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (17/7).

Namun, dirinya tidak ingin berspekulasi lebih lanjut soal ledakan yang menghancurkan bangunan Hotel Ritch Carlton dan JW Marriot itu. Menurutnya, kecil kemungkinan bila ledakan itu terkait kekecewaan pihak tertentu terhadap pelaksanaan pilpres.

"Kalau hanya persoalan kecurangan DPT terlalu berlebihan bila sampai harus melakukan upaya terorisme seperti itu," katanya.

Sebelumnya tepat pukul 07.45 WIB dua ledakan yang hanya berselang 10 menit menghancurkan bangunan dua hotel yang mayoritas ditempati para expatriat itu. Korban dari ledakan tersebut tidak hanya dari kalangan warga negara asing saja tapi juga menimpa puluhan warga Indonesia. [mut/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Adi Utama
Selasa, 21 Juli 2009 | 08:28 WIB
Pernyataan Presiden SBY yang seakan menuduh kandidat pesaingnya dalam Capres-Cawapres justru menimbulkan kontra-produktif. Jelas bhw foto-foto yang ditunjukkan ke publik yang konon didapat dari "Intelijen" itu foto tahun 2005 yang pelakunya sudah ditangkap. Kenapa SBY mudah dibohongi intelijennya sendiri? Ini merupakan cerminan kegelisahan SBY sendiri.
ivan ganteng
Jumat, 17 Juli 2009 | 13:21 WIB
Picik sekali pikiran burhanudin, disaat kita lagi prihatin karena bom kuningan masih juga punya pikiran sempit dan menyesatkan. Mestinya kondisi sekarang ini kita semua bersinergi segera menangkap otak pengeboman bukannya membuat spekulasi yg tidak bertanggung jawab. Untuk Kapolri segera mintakan pertangungjawaban pernyatan burhanudin.
Beta Pattirajawane
Jumat, 17 Juli 2009 | 13:16 WIB
Aparat keamanan (Polri,BIN dll) kebobolan, mungkin terlampau fokus mengamankan usaha memenangkan 1 putaran. Teriring simpati dan rasa duka bagi korban.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.