INILAH.COM, Jakarta - Secara tiba-tiba setelah tim Megsa Pro dan JK Win keras mengungkap kecurangan pemilu, bom meledak di kawasan Mega Kuningan. Diduga bom tersebut bagian dari upaya pengalihan isu kecurang dalam pemilu.
"Mungkin ini bagian dari upaya mengalihkan isu yang akhir-akhir ini keras disuarakan kubu capres yang kalah dalam pilpres kemarin," ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (17/7).
Namun, dirinya tidak ingin berspekulasi lebih lanjut soal ledakan yang menghancurkan bangunan Hotel Ritch Carlton dan JW Marriot itu. Menurutnya, kecil kemungkinan bila ledakan itu terkait kekecewaan pihak tertentu terhadap pelaksanaan pilpres.
"Kalau hanya persoalan kecurangan DPT terlalu berlebihan bila sampai harus melakukan upaya terorisme seperti itu," katanya.
Sebelumnya tepat pukul 07.45 WIB dua ledakan yang hanya berselang 10 menit menghancurkan bangunan dua hotel yang mayoritas ditempati para expatriat itu. Korban dari ledakan tersebut tidak hanya dari kalangan warga negara asing saja tapi juga menimpa puluhan warga Indonesia. [mut/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !