INILAH.COM, Depok - Pelaku ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton akan mudah diketahui jika Polri sudah mengungkap jenis bom yang digunakan. Bahkan jika pelakunya dari Jamaah Islamiyah, Polri akan lebih sulit lagi mengungkapnya.
Menurut pakar kriminologi UI Adrianus Meliala, dari jenis bom yang digunakan dapat diketahui pelakunya. Dari dampak ledakan yang terjadi, terlihat bahwa ledakan tersebut memang disengaja dan dikendalikan dengan menggunakan pengatur waktu (timer).
"Teknik perakitan yang khusus, cara membuat simpul-simpul, dan cara mensolder rakitan bom, dapat diketahui pelakunya," tuturnya di Jakarta, Jumat (17/7).
Ia mengatakan, pelaku yang sudah dipantau oleh Polri adalah kelompok Jemaah Islamiyah, kalau memang kelompok tersebut maka akan lebih mudah mengungkap motif dari ledakan tersebut.
"Kelompok tersebut sudah dalam pantauan Polri jadi lebih mudah untuk diungkap motifnya," jelasnya.
Dikatakannya, jika memang JI lama yang beraksi, maka pengungkapannya akan lebih mudah, dan tidak perlu ditakuti. Karena JI sudah tidak mempunyai kemampuan yang besar, dan hanya kecil-kecilan saja.
Lebih lanjut Adrianus mengatakan, kelompok JI kemungkinan saat ini terpecah menjadi dua kelompok yaitu kelompok lama dan baru.
"Kalau kelompok JI yang lama mudah diungkap, tetapi kalau JI baru akan semakin sulit dipantau karena belum pernah terdeteksi oleh Polri," tuturnya.
Jika memang pelaku peledakan bom berasal kelompok JI yang baru, hal itu merupakan hal yang buruk, karena akan lebih sulit mengungkapnya. Disamping itu diperlukan pengetahuan-pengetahuan khsusus untuk mengungkap kasus peledakan bom tersebut. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !