inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Oleh:
Kamis, 1 Januari 1970 | WIB
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
21 Komentar
cantik @ Selasa, 21 Juli 2009 | 14:58 WIB
yang sabar ya pak SBY
anak bangsa @ Selasa, 21 Juli 2009 | 14:46 WIB
pak SBY harus sabar dalam menghadapi masalah yang terjadi d indonesia saya mendukung bapak SBY jadi presiden
Belor @ Sabtu, 18 Juli 2009 | 13:47 WIB
Mungkin perlu dipertimbangkan sebutan JENDRAL YANG BERPILIR, lebih tepat mungkin disebut JENDRAL YANG EMOSIONAL.
PAPANG EKO YULIANTO @ Sabtu, 18 Juli 2009 | 00:22 WIB
Apakah ini Calon presiden pilihan rakyat....ternyata rakyat indonesia masih bodoh dan dibodohi,ditipu dan dijajah oleh bangsanya sendiri!!!Para Menteri, ketua intelijen negara dan aparat2 lainnya ternyata masih bangsat2 penjilat yang bisanya hanya mencari pembenaran dan kambing hitam. wahai rakyat...sampai kapan kalian mau untuk dibodohi&dipaksa agar memilih para calon yang tidak kredible samasekali??!!!
La Maddukkelleng @ Sabtu, 18 Juli 2009 | 00:08 WIB
Kalian semua salah faham. Presiden kita itu berusaha jadi 'pahlawan', dengan mengalihkan perhatian kita semua dr kejadian yg sesungguhnya. Siapapun yang sering masuk ke JW.Mariot dan Ritz Curlton pasti tahu kalau kedua hotel Amerika itu paling ketat keamanan dan pemeriksaannya. Ruang mesin aja hrs dibuka. Maka klo keduanya meledak bisa ditebak siapa pelakunya. H.Clinton langsung mebnawarkan bantuan. Dan menurut rencana, tahun ini Obama akan berkunjung ke sini.
acung @ Jumat, 17 Juli 2009 | 23:56 WIB
Itulah intel indonesia, kenapa ceritanya yg d umbar? Tangkap dulu ama buktinya, baru cerita. Dan yg dpt cerita, harusnya d correct dulu, sblm cerita pake mulut ampe berbusa. Ini yg pinter yg ngebom ato yg nanggepi yg odob', bingung? Tanya kenapa?
firdaus muhammad coni @ Jumat, 17 Juli 2009 | 23:50 WIB
capek deh..!, pak beye trllu dini ambil simpulan klau bom jakrta ada kaitanx dgn pilpres. sy kira itu naif & trkesan bela diri. yg bnar adl pemerintah sgt lmah dlam memberikan keamanan pd rakyat. benar kan..???
hellboy @ Jumat, 17 Juli 2009 | 23:44 WIB
Malu gw punya presiden kyk gini, cengeng dan kekanak2an, bisanya cm cari kambing hitam & cari muka. Kalo dah tau diancam, shrsnya ksih tau ke pihak terkait, bukannya berlagak dizalimi. Kecewa bgt dg presd kyk gini, bukannya mencegah malah sering mengobati, itupun obatnya kadang manjur, sering gak manjur.
jalidu @ Jumat, 17 Juli 2009 | 20:28 WIB
Pernyataan SBY malh memperkeruh suasana dan lagi rahasia negara (data Intelejen) kok malah di bocorkan sendiri. Baru kali ini Indonesia punya Presiden kalau pidato isinya hanya curhat kekesalan pribadinya terhadap kelompok atau individu diungkapkan dalam pernyataan resmi oleh negara. SBY kurang dapat menahan egonya dan mudah terpancing suasana.
ade @ Jumat, 17 Juli 2009 | 20:21 WIB
Sudahlah, janganlah kita berburuk sangka dulu kepada SBY. Menurut saya pribadi, apa yang disampaikan SBY itu merupakan sesuatu yang penting untuk rakyat indonesia. Selama ini, sejauh ingatan saya, SBY bukanlah tipe orang yang ingin melepas tanggung jawab seperti yang sering dilakukan pejabat-pejabat tertentu. Coba kita simak lagi kejadian-kejadian menjelang pemilu dan pasca pemilu baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden. Secara kebetulan, banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi seperti terjadinya kecelakaan beruntun di pihak TNI. Walaupun ditutupi alasan peralatan dan perlengkapan TNI sudah uzur, mengapa semua secara kebetulan bisa terjadi menjelang pemilu? Saya pribadi tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut sampai ada pihak tertentu yang juga ikut kampanye pemilu mengeluarkan pernyataan yang sampai sekarang masih menjadi pertanyaan dibenak saya sendiri. Pihak tertentu tersebut mengatakan selama SBY masi menjadi presiden, musibah akan terus terjadi di Indonesia. Apa maksud dari pernyataan itu? Pernyataan tersebut meninggalkan kesan ada orang yang dengan sengaja menyabotase peralatan dan perlengkapan TNI juga tidak menutup kemungkinan menyabotase pengangkutan umum lainnya seperti Kereta Api maupun Kapal Laut. Bisa saja pemboman yang terjadi di Mega Kuningan ini ada hubungannya dengan semua itu dan mungkin itu yang ingin disampaikan oleh SBY namun sebagai orang nomor satu Indonesia, dia tidak boleh secara langsung menyampaikan semua ini tanpa bukti kuat karena bisa mengakibatkan kekacauan yang lebih besar di Indonesia. Yah, saya sendiri juga tidak mau menuding siapa pun tanpa bukti walaupun ada kecurigaan saya dengan pihak-pihak tertentu yang mendalangi semua ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.